**Borneonews - Jakarta**, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia mengidentifikasi dua strategi utama untuk meningkatkan pengembangan sumber energi geothermal di tanah air. Strategi tersebut adalah mendorong pemanfaatan *geothermal* melalui elektrifikasi dan melaksanakan eksplorasi yang difasilitasi oleh pemerintah dalam bentuk pengeboran.
Direktur Geothermal Kementerian ESDM, Gigih Udi Atmo, menjelaskan bahwa langkah pertama berupa elektrifikasi dijalankan dengan berusaha memasukkan pemanfaatan *geothermal* dalam Rencana Usaha Penyediaan Listrik (RUPTL). Menurut informasi yang disampaikan, RUPTL PT PLN untuk periode 2021-2030 menargetkan penambahan kapasitas hingga 3.355 megawatt atau sekitar 3,3 gigawatt.
Lebih jauh Gigih menambahkan, program pengeboran yang dilakukan oleh pemerintah, yakni yang dikenal dengan istilah *government drilling*, tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan kapasitas eksplorasi, tetapi juga mengurangi risiko yang dihadapi di bagian hulu pengeboran. Ia memberikan contoh keberhasilan program ini di beberapa wilayah kerja *geothermal* seperti Cisolok dan Cisukarame di Jawa Barat, serta lokasi Nage di Flores.
Gigih menjelaskan pentingnya langkah-langkah tersebut, mengingat Indonesia memiliki cadangan sumber energi panas bumi yang terbesar kedua di dunia. Potensi pengembangan elektrifikasi dari sumber ini diperkirakan dapat mencapai 24 gigawatt, yang setara dengan 17 persen dari potensi secara global. "Sumber panas bumi secara strategis sangat mendukung transisi energi," tambahnya.
Sebagai bagian dari komitmen pemerintah untuk mencapai Net Zero Emissions (NZE), Indonesia mencantumkan target tersebut dalam Perjanjian Paris dengan Enhanced-Nationally Determined Contribution (E-NDC) sebesar 912 juta ton pada tahun 2030.
Forum Indonesia International Sustainability Forum (ISF) 2024 menjadi wadah resmi bagi pemerintah untuk berkumpul dengan para pemimpin dunia dari berbagai sektor dan negara. Forum ini bertujuan untuk bertukar pemikiran dan pengetahuan serta menawarkan solusi dan praktik terbaik dalam menghadapi tantangan perubahan iklim.
Acara yang berlangsung selama dua hari ini menyajikan serangkaian agenda yang mencakup sesi utama dengan pembicara kunci, sesi pleno, dialog tingkat tinggi, penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU), pameran, dan Gala Dinner. Kegiatan tersebut menunjukkan komitmen yang kuat dalam menghadapi isu sustainability di tingkat global.
ANTARA
Strategi Kementerian ESDM Tingkatkan Pengembangan Geothermal Indonesia
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Pemerintah Luncurkan Program Pengawal Energi untuk 3.679 SPBU
BI Kalteng Ingatkan Bahaya Jual Beli Rekening dan QRIS
Kebobolan pada Menit Akhir, Persela Ditahan Imbang De Red FC 2-2
Erick Thohir Berikan Surat Dukungan kepada Presiden FIFA
Gol Pablo Comitre Gagalkan Kemenangan Bali United di Markas Persita
Amri/Nita Petik Pelajaran Berharga Setelah Terhenti di French Open
Komentar (0)
Memuat komentar…







