**Borneonews - Jakarta**, PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) mengumumkan rencana untuk menggunakan teknologi baru sebagai bagian dari komitmennya dalam mencapai emisi nol karbon pada tahun 2060. Dalam inisiatif tersebut, PLN berencana untuk mengganti sebanyak 800 unit Pembangkit Listrik Tenaga Uap (*PLTU*) dengan Pembangkit Listrik Tenaga Gas (*PLTG*).
Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan PLN, Wiluyo Kusdwiharto, menyampaikan hal ini dalam Sesi Plenari Indonesia International Sustainability Forum (*ISF*) 2024 yang berlangsung di Jakarta. Ia menegaskan pentingnya peta jalan atau *roadmap* yang disusun oleh PLN untuk mewujudkan target ambisius tersebut dengan menggantikan pembangkit listrik tenaga batu bara serta melaksanakan program biomassa.
Untuk mencapainya, Indonesia membutuhkan investasi yang besar, diperkirakan mencapai Rp700 miliar dolar AS. Jumlah ini mencakup penyediaan tambahan kapasitas sebesar 423 gigawatt (*GW*) dari Energi Baru Terbarukan (*EBT*), demi mendukung transisi energi yang lebih bersih dan ramah lingkungan.
Pada saat ini, PLN juga telah membatalkan sejumlah proyek PLTU yang sebelumnya direncanakan. Sebanyak 13,3 gigawatt PLTU yang tercantum dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (*RUPTL*) 2019-2028 telah dibatalkan, serta 1,2 gigawatt PLTU yang sudah mengikat kesepakatan dalam Power Purchase Agreement (*PPA*). Selain itu, PLN juga telah melakukan pergantian 1,1 gigawatt PLTU dengan sumber energi terbarukan.
Wiluyo menyatakan, "Kami sudah membatalkan 1,2 gigawatt PPA untuk PLTU batu bara dan kami telah mengganti 1,1 gigawatt PLTU dengan energi terbarukan." Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya PLN dalam mengurangi dampak lingkungan dari sektor energi.
Dalam kesempatan tersebut, Wiluyo juga mengungkapkan bahwa PLN menjalankan Program De-Dieselisasi, dengan tujuan mengganti Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (*PLTD*) dengan alternatif yang lebih bersih. PLN sedang berupaya menciptakan sistem hibrida yang menggabungkan energi terbarukan seperti *photovoltaics* (PV) dan penyimpanan baterai, di seluruh wilayah Indonesia.
"Dari sekitar 5.000 unit PLTD yang kami miliki, kami melakukan transisi menjadi hibrida menggunakan energi terbarukan. Melalui program ini, kami berhasil mengurangi total emisi kumulatif sekitar 3,7 juta ton CO2," tambah Wiluyo.
Forum *ISF* 2024 ini menjadi platform penting bagi pemerintah Indonesia, menyatukan pemimpin dunia dari berbagai negara dan sektor untuk berbagi ide, pengetahuan, serta mencari solusi dan praktik terbaik guna menghadapi perubahan iklim global. Selama dua hari, forum ini meliputi berbagai agenda, termasuk sesi utama, pembicara kunci, dialog tingkat tinggi, penandatanganan Memorandum of Understanding (*MoU*), pameran, serta acara Gala Dinner.
Puncak acara Gala Dinner akan dilaksanakan di Monumen Nasional (*Monas*) dan dipimpin oleh Wakil Presiden Ma'ruf Amin, dihadiri oleh 500 tamu undangan VIP. Gala dinner tersebut juga akan menyajikan pertunjukan video mapping yang mengesankan serta hidangan khas Nusantara.
ANTARA
PLN Targetkan Emisi Nol Karbon 2060 dengan Ganti PLTU ke PLTG
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Timnas Indonesia U15 Menang Telak atas Fiji, Hariri dan Dicky Dua Gol
Leo/Daniel Kandas di Semifinal French Open
Polres Barito Timur Kerahkan 38 Personel Padamkan Karhutla di Murutuwu
Veda Ega Sebut Tugasnya Belum Usai Setelah Berada di Pole Position
Sembilan Hari Risnayati Hilang, Pencarian Terkendala Kabut Asap Karhutla
Indonesia Lampaui Target Emas Asian Para Games 2026
Komentar (0)
Memuat komentar…







