JAYAPURA –
**Borneonews - Jayapura**, Pemerintah Kota Jayapura, yang terletak di Papua, sedang mencari sosok kepala sekolah yang memiliki kompetensi tinggi. Dalam era perubahan yang sangat cepat dalam pengetahuan dan teknologi, kepala sekolah yang mampu mengelola manajemen pendidikan menjadi sangat diperlukan. Pelaksana Tugas Asisten III Setda Kota Jayapura, Nur Bi Adji, menyatakan bahwa dibutuhkan kepala sekolah yang dapat membangun tim kerja yang solid. Ia menekankan pentingnya melibatkan guru dan staf dalam proses pengambilan keputusan. Pernyataan tersebut disampaikan dalam sebuah workshop mengenai *Implementasi Kurikulum Merdeka* dan perencanaan berbasis data bagi kepala SMA/SMK se-Kota Jayapura. Menurut Adji, kegiatan ini merupakan langkah penting untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalisme kepala sekolah, demi mencerdaskan generasi muda. Pendidikan, menurutnya, adalah pilar utama dalam pengembangan sumber daya manusia yang berkualitas serta merupakan fondasi bagi kemajuan suatu bangsa. Ia juga mengungkapkan bahwa kepala sekolah serta wakil kepala sekolah perlu memahami tentang implementasi kurikulum merdeka di lembaga pendidikan mereka. Pemahaman ini diharapkan dapat menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas dalam pengelolaan sekolah. Dengan demikian, diharapkan para kepala sekolah dapat menciptakan sebuah lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan dinamis bagi siswa. Lebih lanjut, Adji menjelaskan bahwa kurikulum merdeka memberikan peluang untuk merancang pengalaman belajar yang lebih menarik dan sesuai dengan kebutuhan siswa. Diharapkan, pengalaman belajar ini dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa secara keseluruhan. Kepala Bidang SMA/SMK pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura, Nur Jaya, menambahkan bahwa tujuan dari penguatan implementasi kurikulum merdeka adalah untuk meningkatkan kualitas pendidikan secara menyeluruh. Inisiatif ini juga bertujuan untuk mengatasi krisis pembelajaran yang terjadi di Indonesia pascapandemi COVID-19 serta untuk mempersiapkan peserta didik dalam menghadapi tantangan revolusi industri 4.0. Selain itu, ia menekankan pentingnya pendidikan karakter melalui penguatan profil belajar Pancasila. Model ini menekankan nilai-nilai keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, serta mendorong peserta didik untuk mengembangkan akhlak yang baik, kemandirian, kemampuan berpikir kritis, dan kreativitas. Sebagai bagian dari upaya ini, pendampingan dalam perencanaan berbasis data diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan pendidikan. Hal ini dapat dilakukan dengan atau tanpa anggaran satuan pendidikan berdasarkan pada rapor pendidikan yang ada. Nur Jaya berharap bahwa kegiatan ini dapat meningkatkan pelaksanaan pembelajaran yang berbeda-beda. Dengan fokus pada peserta didik, diharapkan kualitas layanan pendidikan dapat terangkat di seluruh sektor pendidikan. ANTARA