BANJARMASIN –
**Borneonews - Banjarmasin**, Balai Perlindungan Tanaman Pangan dan Hortikultura (BPTPH) Provinsi Kalimantan Selatan telah melaksanakan sosialisasi terkait pencegahan dan penanganan kebakaran lahan. Acara ini diikuti oleh 100 petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) yang berasal dari 13 kabupaten dan kota di wilayah provinsi tersebut. Kepala BPTPH, Lestari Fatria Wahyuni, mengungkapkan bahwa sosialisasi mengenai kebakaran hutan dan lahan sangat penting sebagai respons terhadap perubahan iklim, terutama saat musim kemarau tiba. Lestari juga menyoroti bahwa keberhasilan kegiatan ini tidak terlepas dari kerjasama yang solid antara BPTPH, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta tim *Manggala Agni*. Dalam sosialisasi ini, para petugas POPT mendapatkan pelatihan mengenai strategi yang efektif untuk menangani potensi ancaman kebakaran lahan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, serta memberikan pengetahuan yang lebih mendalam mengenai cara yang tepat untuk mencegah dan mengatasi kebakaran hutan dan lahan. Peserta sosialisasi terdiri dari 100 petugas POPT yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Selatan. Hal ini menegaskan peran aktif BPTPH dalam melakukan edukasi dan penyuluhan yang signifikan kepada petugas lapangan yang berada di berbagai kecamatan. Lestari berharap agar peserta sosialisasi dapat mengambil langkah-langkah pencegahan yang lebih efektif, demi melindungi lahan pertanian dan lingkungan di Kalimantan Selatan. Para petugas POPT diharapkan tidak hanya dapat mengantisipasi dampak dari kebakaran hutan dan lahan, tetapi juga mampu bertindak cepat dalam penanganan bencana tersebut. Selain itu, mereka juga diharapkan untuk menyampaikan informasi mengenai penanganan kebakaran hutan dan lahan kepada masyarakat petani di sekitarnya. Dengan demikian, diharapkan akan tercipta kesadaran kolektif dalam menjaga dan melindungi lingkungan. ANTARA