BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Arus mudik lebaran Idul Fitri baik tujuan Surabaya dan Semarang, tercatat 27.450 penumpang, Mereka menggunakan sarana transportasi jalur laut melalui Pelabuhan Panglima Utar, Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar).
Sementara itu hingga H+12 lebaran, arus balik penumpang kapal yang masuk melalui pelabuhan yang sama baru berjumlah 7.896 penumpang. Dari jumlah itu artinya masih ada sekitar 20 ribuan penumpang yang belum kembali ke Kabupaten Kobar.
Menurut Kepala Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), Panglima Utar, Kumai, Junaidi, hingga H+12 ini baru 7.896 penumpang yang turun di Pelabuhan Panglima Utar. Jumlah tersebut belum termasuk dua kapal yakni Dharma Lautan Kencana dan Awu milik Pelni.
"Itu belum ditambah dua kapal yang akan masuk hari ini dan kita juga belum tahu jumlahnya," kata Junaidi, saat dihubungi melalui sambungan telepon, Selasa (19/7/2016).
Ia memperkirakan jumlah pemudik dan arus balik lebaran tidak berbeda dengan tahun sebelumnya. Namun ia mengapresiasi kesadaran penumpang yang lebih tertib dan tidak terjadinya penumpukan penumpang di pelabuhan keberangkatan.
Sementara itu, puncak arus balik lebaran dari pulau jawa ia perkirakan akan terjadi pada hari Sabtu dan Minggu. Alasannya, penumpang yang mudik lebaran adalah kebanyakan para pekerja lepas diperusahaan yang tidak terikat waktu seperti para ASN.
"Mereka kan waktunya fleksibel tidak seperti ASN yang terikat dan liburan dibatasi waktunya," kata dia.
Junaidi juga mengatakan, saat ini kondisi perairan di Laut Jawa relatif aman, ketinggian gelombang berkisar 1 meter, bagi kapal-kapal DLU dan Pelni itu tidak menjadi masalah. Sehingga arus trasportasi tidak ada kendala. (KOKO SULISTYO/m)








