JAYAPURA –
**Borneonews - Jayapura**, Pemerintah Kota Jayapura, Papua, melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, memberikan dukungan penuh terhadap kolaborasi antara SMK Negeri 2 Bisnis dan Manajemen Kota Jayapura dengan sektor usaha serta industri. Dukungan ini dianggap penting untuk menciptakan keterkaitan yang baik antara pendidikan vokasi dan dunia kerja. Kepala Bidang SMA/SMK Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pemkot, Nur Jaya, mengungkapkan bahwa inti dari pendidikan di sekolah kejuruan terletak pada *link and match*, yang merupakan hubungan sinergis antara institusi pendidikan dan ruang lingkup usaha serta industri. Menurutnya, kerjasama ini akan membuka peluang bagi siswa untuk mendapatkan pengalaman belajar yang nyata di lingkungan kerja setelah mereka lulus. Lebih lanjut, Nur Jaya menjelaskan bahwa program *link and match* ini juga memungkinkan sektor industri untuk berkontribusi secara langsung dalam pengembangan keterampilan siswa dengan cara menghadirkan guru tamu dari kalangan profesional. Di SMK Negeri 2 Jayapura, pihaknya telah menyediakan ruang praktik berupa mini hotel khusus untuk siswa jurusan perhotelan, agar mereka dapat mengasah keterampilan praktik di tempat yang sesuai dengan bidang mereka. Elia Waromi, Kepala SMK Negeri 2 Bisnis dan Manajemen, menjelaskan bahwa sebelum menjalin kerjasama, mereka terlebih dahulu melakukan diskusi kelompok terfokus (*focus group discussion* atau FGD) untuk menyelaraskan kurikulum pendidikan dengan kebutuhan dari sektor usaha, terutama di bidang perhotelan. Ini merupakan bagian dari inisiatif Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi di bawah Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, yang mengharuskan SMK untuk membangun hubungan kerja sama dengan dunia industri. Waromi menambahkan bahwa selama kegiatan tersebut, mereka bekerja sama dengan lima hotel yang beroperasi di Kota Jayapura untuk membahas bagaimana kontribusi sektor usaha terhadap pendidikan di sekolah. Tujuan utama dari kemitraan ini adalah untuk mempersiapkan tenaga kerja yang kompeten. Sejak tahun 2022, pihak sekolah telah memberikan 50 jam pelajaran per semester kepada industri untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman mereka kepada siswa di sekolah. Harapannya, melalui kerja sama ini, siswa dapat memahami signifikansi dan dampak besar yang dapat diberikan oleh industri terhadap peluang kerja dan kesiapan mereka di masa depan. ANTARA