BENGKULU –
**Borneonews - Mukomuko**, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mukomuko, yang terletak di Provinsi Bengkulu, telah menangani sebanyak 512 kasus demam berdarah dengue (*DBD*) dalam kurun waktu Januari hingga Agustus 2024. Hal ini disampaikan oleh Kepala Bidang Pemberantasan Penyakit Menular Dinas Kesehatan Kabupaten Mukomuko, Hamdan, yang menegaskan bahwa kasus-kasus tersebut telah dikelola oleh 17 puskesmas yang terdapat di wilayah ini. Dari jumlah tersebut, terdapat lima pasien yang telah meninggal dunia akibat komplikasi penyakit tersebut. Melihat data yang telah dihimpun, Hamdan menyebutkan bahwa kasus *DBD* secara keseluruhan menunjukkan tren penurunan. Penurunan ini sebagian besar disebabkan oleh kondisi cuaca yang kering, di mana curah hujan yang minim mengurangi kemungkinan terjadinya genangan air yang menjadi tempat berkembang biak bagi nyamuk. Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya kesadaran masyarakat dalam mencegah penyebaran penyakit ini. Saat ini, semakin banyak individu yang telah memahami pentingnya melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) serta menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Untuk menangani kasus penyakit ini, petugas kesehatan puskesmas juga melakukan deteksi dini dan memberikan pelayanan yang cepat. Dinkes Mukomuko telah menyediakan tes cepat (*rapid test*) untuk *DBD* di seluruh 17 puskesmas. Hal ini memungkinkan petugas kesehatan untuk segera mengetahui status kesehatan warga dan merujuk mereka ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mukomuko jika mereka dinyatakan positif terjangkit penyakit ini. Dalam rekapan bulanan, kasus *DBD* menunjukkan fluktuasi. Pada bulan Januari 2024, tercatat 54 kasus, tetapi angka ini meningkat pada bulan Februari menjadi 100 kasus. Maret menunjukkan penurunan menjadi 71 kasus. Namun, pada bulan April, kasus kembali meningkat menjadi 76, dan pada bulan Mei kembali mencapai 100 kasus. Setelah itu, pada bulan Juni, terjadi penurunan drastis menjadi 48 kasus, dan pada bulan Juli turun lagi menjadi 31 kasus. Akhirnya, di bulan Agustus 2024, tercatat hanya 20 kasus, yang merupakan angka terendah dibandingkan bulan Juli. Dengan upaya yang terus dilakukan oleh pihak Dinkes dan meningkatnya kesadaran masyarakat, diharapkan kasus *DBD* di Kabupaten Mukomuko dapat semakin menurun di masa mendatang. ANTARA