JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Retno Marsudi, mengadakan pembicaraan mengenai penguatan hubungan bilateral dengan Latvia. Pertemuan ini difokuskan pada berbagai bidang kerja sama, termasuk kerjasama antara pemerintah, ekonomi, serta pendidikan dan budaya. Dialog ini berlangsung setelah pertemuan bilateral dengan Menteri Luar Negeri Latvia, Baiba Braze, yang diselenggarakan di Jakarta pada hari Kamis. Dalam pernyataannya, Retno menekankan posisi Latvia sebagai salah satu mitra dagang yang paling signifikan bagi Indonesia di kawasan Baltik. Kawasan ini mencakup negara-negara di Eropa Utara, yaitu Latvia, Lithuania, dan Estonia. Retno menyatakan, “Kami sepakat tentang pentingnya menyelesaikan *Comprehensive Economic Partnership Agreement* (CEPA) Indonesia-Uni Eropa dalam waktu dekat.” Beliau kemudian menjelaskan mengenai Latvia yang memiliki nilai perdagangan tertinggi dengan Indonesia di antara negara-negara Baltik lainnya, yaitu mencapai 83,4 juta dolar AS atau setara dengan Rp1,29 triliun pada tahun 2023. Selain itu, Latvia juga mengirimkan jumlah wisatawan tertinggi dari kawasan tersebut ke Indonesia. Retno memberikan apresiasi terhadap suksesnya pembaruan Nota Kesepahaman (*Memorandum of Understanding*) antara Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia serta Kamar Dagang Latvia yang baru saja dilakukan. Ia juga mengungkapkan bahwa saat ini sedang dirancang sebuah Nota Kesepahaman mengenai kerjasama budaya antara kedua negara. Lebih lanjut, Menlu RI juga mengungkapkan bahwa tahun ini menandai 31 tahun hubungan diplomatik antara Indonesia dan Latvia. Dalam dua negara ini, terjadi penguatan kerja sama pemerintahan melalui memperkuat hubungan antar-parlemen. Retno juga menyoroti berbagai potensi kerjasama yang dapat dikembangkan, seperti dalam bidang ekonomi hijau, pariwisata berkelanjutan, pendidikan, serta riset bersama. Kemudahan visa bagi mahasiswa Indonesia yang ingin belajar di Latvia juga menjadi salah satu poin penting dalam diskusi ini. Sebagai tambahan informasi, Museum Seni Bourse Riga di Latvia saat ini sedang memamerkan 76 artefak kebudayaan Indonesia. Ini menjadi koleksi nasional terbesar yang berasal dari negara-negara Asia Tenggara di museum tersebut. Retno juga menyampaikan bahwa Latvia berkomitmen untuk mendukung upaya menciptakan kedamaian serta stabilitas di kawasan Indo-Pasifik. Ini termasuk partisipasi aktif dalam membangun arsitektur regional yang inklusif melalui *ASEAN Outlook on the Indo-Pacific*. Di sisi lain, Retno menegaskan pentingnya dukungan Latvia terhadap aksesi Indonesia ke dalam Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (*Organisation for Economic Co-operation and Development*, OECD), yang diyakini akan memberikan dorongan signifikan bagi Indonesia dalam mengembangkan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. ANTARA