**Borneonews - Sampit**, Gubernur Kalimantan Tengah, Sugianto Sabran, menegaskan bahwa pemerintah saat ini tengah melaksanakan berbagai upaya serius untuk membangun keluarga Indonesia yang berkualitas dan memiliki daya saing. Dalam pernyataannya, ia menegaskan pentingnya menanggulangi masalah stunting demi menciptakan sumber daya manusia yang unggul.
Stunting, atau yang dikenal sebagai *tengkes*, merupakan salah satu tantangan utama yang dihadapi oleh pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di tanah air. Ancaman ini tidak hanya berdampak pada individu yang mengalaminya, tetapi juga mempengaruhi kesejahteraan keluarga dan keberlanjutan pembangunan daerah di masa yang akan datang.
Sugianto menyatakan bahwa untuk mengatasi permasalahan stunting, diperlukan pendekatan yang cepat, tepat, dan menyeluruh, serta kerjasama dari semua pihak terkait. Ia menjelaskan, "Maka permasalahan ini harus dihadapi, ditanggulangi secara terpadu dan terintegrasi melalui kolaborasi semua pihak."
Untuk Pemprov Kalteng, pengurangan angka stunting merupakan salah satu fokus utama dalam program pembangunan. Penanganan stunting menjadi kunci dalam pengelolaan sumber daya manusia yang lebih baik. Melalui pendekatan berbasis keluarga, pemerintah berharap dapat memfasilitasi upaya pencegahan dan penanggulangan stunting secara berkelanjutan, yang pada gilirannya dapat meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat.
Dalam konteks ini, Sugianto mengingatkan bahwa penanganan stunting merupakan hal penting, mengingat permasalahan ini masih menjadi agenda serius bagi pemerintah di seluruh Indonesia, termasuk di Kalimantan Tengah. Pernyataannya ini disampaikan pada peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-31, yang dijadikan sebagai momentum untuk memperkuat peran keluarga dalam pembangunan daerah.
Gubernur Kalteng itu mengajak semua elemen masyarakat untuk memanfaatkan momentum Harganas sebagai ajang bagi semua pemangku kepentingan untuk bersinergi dalam mendukung percepatan penurunan angka stunting. Menurut hasil Survei Kesehatan Indonesia, angka prevalensi stunting di Kalimantan Tengah menunjukkan penurunan sebesar 3,4 persen, dari 26,9 persen pada tahun 2022 menjadi 23,5 persen pada tahun 2023. Penurunan ini memberikan harapan bagi perbaikan kualitas sumber daya manusia di provinsi tersebut.
ANTARA
Pemerintah Kalteng Berupaya Turunkan Stunting dan Tingkatkan Kualitas Keluarga
Bagikan:

PALANGKARAYA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Lewis Hamilton Tercepat dalam Sesi Latihan Bebas GP Amerika Serikat
Timnas Indonesia U15 Menang Telak atas Fiji, Hariri dan Dicky Dua Gol
Leo/Daniel Kandas di Semifinal French Open
Polres Barito Timur Kerahkan 38 Personel Padamkan Karhutla di Murutuwu
Veda Ega Sebut Tugasnya Belum Usai Setelah Berada di Pole Position
Sembilan Hari Risnayati Hilang, Pencarian Terkendala Kabut Asap Karhutla
Komentar (0)
Memuat komentar…







