JAMBI –
**Borneonews - Jambi**, Jumlah pengguna bahan bakar *Pertalite* yang telah mendaftar untuk menggunakan QR Code di Provinsi Jambi hingga awal September 2024 mencapai 117 ribu orang. Hal ini diungkapkan oleh Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Regional Sumbagsel, Tjahyo Nikho Indrawan, dalam sebuah pernyataan resmi yang disampaikan pada hari Kamis. Menurut Tjahyo, pendaftaran untuk program subsidi ini masih dibuka. Program ini ditujukan bagi pemilik kendaraan roda empat yang ingin mendapatkan *BBM* bersubsidi. Ia menekankan pentingnya kesempatan ini agar penyaluran *BBM* yang disubsidi dapat lebih diarahkan kepada masyarakat yang memenuhi kriteria. Dia juga menyampaikan bahwa proses pendaftaran untuk program tersebut terus berlangsung. Pertamina mendorong masyarakat untuk segera melakukan pendaftaran kendaraan mereka agar dapat memanfaatkan subsidi dan memastikan bahwa *BBM* tersebut diterima oleh pihak yang berhak. Proses pendaftaran untuk Program Subsidi Tepat sangatlah mudah. Masyarakat dapat melakukannya melalui situs web resmi atau dengan mengunjungi Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) terdekat. Saat melakukan pendaftaran, penting untuk menyiapkan dokumen yang dibutuhkan, antara lain foto KTP, foto *STNK* (tampak depan dan belakang), foto kendaraan dengan nomor polisi yang terlihat jelas, serta foto KIR jika kendaraan tersebut termasuk dalam kategori pengguna KIR. Semua dokumen yang diunggah harus dalam format foto (jpg) dan terbaca dengan jelas. Penting juga bagi pemohon untuk memastikan bahwa foto yang diunggah menunjukkan nomor polisi dengan jelas dan memiliki resolusi yang tinggi agar proses verifikasi berlangsung lancar. Setelah kendaraan berhasil terverifikasi, pemohon dapat mengunduh atau mencetak QR Code yang diterima, atau mereka dapat mengambil tangkapan layar untuk digunakan saat mengisi *BBM* di SPBU Pertamina. Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Heppy Wulansari, menegaskan bahwa mereka tetap berkomitmen untuk menyediakan *Pertalite* sesuai dengan kuota dan titik layanan yang telah ditetapkan oleh BPH Migas. Heppy juga mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam menggunakan *BBM* subsidi. Dengan menggunakan QR Code sebagai syarat untuk mendapatkan *BBM* pertalite, diharapkan dapat membantu pemerintah dalam mengidentifikasi pengguna yang berhak atas subsidi tersebut. ANTARA