**Borneonews - Pasaman Barat**, Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, yang terletak di Sumatera Barat, melaksanakan sebuah diskusi kelompok terfokus atau *focus group discussion* untuk memperkuat komitmen dalam mencapai status berhenti buang air besar sembarangan pada tahun 2024. Kegiatan ini berlangsung di Simpang Empat pada hari Kamis.
Wakil Bupati Pasaman Barat, Risnawanto, menjelaskan bahwa salah satu tujuan dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) untuk periode 2020-2024 adalah memperkuat infrastruktur. Hal ini diharapkan dapat mendukung perekonomian dan pelayanan dasar, di mana prioritas utama termasuk penyediaan air minum serta sanitasi yang layak dan aman.
Risnawanto menambahkan bahwa target untuk mencapai status bebas dari buang air besar sembarangan, atau *open defecation free (ODF)*, tercapai apabila setiap individu di suatu wilayah tidak melakukan buang air besar di tempat terbuka. Ia menegaskan bahwa pemerintah ingin meningkatkan akses masyarakat terhadap perumahan dan permukiman yang layak, aman, dan terjangkau pada tahun 2024. Target itu termasuk 90 persen akses ke sanitasi yang layak, 15 persen akses ke sanitasi yang aman, serta penghapusan kebiasaan buang air besar di tempat terbuka.
Ia juga menguraikan bahwa indikator desa yang bebas dari buang air besar sembarangan dalam Rencana Strategis Kementerian Kesehatan pada tahun 2024 menargetkan 90 persen desa dapat memenuhi kriteria tersebut. Keberhasilan memperoleh status ini akan menunjukkan peningkatan kualitas sanitasi di daerah tersebut, sejalan dengan tujuan *Sustainable Development Goals* (SDGs).
Data menunjukkan bahwa Provinsi Sumatera Barat telah mencapai 75 persen dalam hal access sanitasi, meskipun masih terdapat tujuh kabupaten/kota yang belum meraih status bebas buang air besar sembarangan, termasuk Pasaman Barat. Saat ini, sekitar 86 persen kepala keluarga di Pasaman Barat sudah menggunakan jamban sehat, dan 33,33 persen desa telah mencapai status bebas buang air besar sembarangan.
Menurut Risnawanto, pada bulan Januari 2024, sebanyak 30 nagari (desa) telah mendeklarasikan status bebas buang air besar sembarangan, dan 15 nagari lainnya tengah dalam proses verifikasi. Namun, tantangan tetap ada dengan 45 nagari atau lebih kurang 14.000 kepala keluarga masih membutuhkan perhatian.
Wakil Bupati menekankan pentingnya kolaborasi antara sektor pemerintah dan swasta untuk merealisasikan visi Pasaman Barat sebagai kabupaten bebas buang air besar sembarangan pada tahun 2024. Dukungan dari pemerintah, khususnya dalam hal pendanaan infrastruktur, terbukti mempercepat proses menuju target ini. Namun, ia juga mengingatkan bahwa masih banyak faktor yang berkontribusi pada rendahnya kepemilikan sarana sanitasi.
Risnawanto menggarisbawahi bahwa jika tidak segera ditindaklanjuti dengan pengadaan sarana yang memadai, perubahan perilaku masyarakat dalam hal sanitasi dapat kembali memburuk. Oleh karena itu, dukungan dari pemerintah sangat penting untuk mempercepat dan mendorong perubahan perilaku yang telah mulai terjadi, mengingat adanya keterbatasan dalam aspek ekonomi, sosial, budaya, dan geografis di daerah tersebut.
ANTARA
Pasaman Barat Targetkan Bebas Buang Air Besar Sembarangan 2024
Bagikan:

PADANG –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Kholidin/Noviera Melaju ke Final para Panahan Asian Para Games 2026
Gempa Tibet Tewaskan 16 Orang, 54 Lainnya Terluka
DPRD Kotim Dorong Anggaran Rp3,3 M untuk Laboratorium Lingkungan demi Optimalkan PAD
Leli/Osrita Raih Perunggu para Tenis Meja Ganda Putri WD10
Karhutla di Belakang SMKN 3 Kuala Kapuas Merembet ke Bangunan Warga
Tokoh Lintas Agama Ingatkan Pentingnya Huma Betang dan Kerukunan di Kalteng
Komentar (0)
Memuat komentar…







