SURABAYA –
**Borneonews - Banyuwangi**, Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Banyuwangi, yang terletak di Jawa Timur, kini telah dilengkapi dengan berbagai fasilitas yang mendukung aksesibilitas bagi penyandang disabilitas serta para lanjut usia (lansia). Langkah ini diambil untuk memastikan semua orang dapat menikmati layanan tanpa ada hambatan. Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengungkapkan apresiasinya kepada BPN yang telah merancang kantor mereka dengan mempertimbangkan kenyamanan bagi difabel dan lansia. Ia menambahkan bahwa kehadiran kantor dengan desain inklusif ini merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan jumlah layanan publik yang responsif terhadap kebutuhan kelompok rentan di Banyuwangi. "Kantor ini dirancang agar semua lapisan masyarakat, terutama lansia dan penyandang disabilitas, dapat mengakses layanan dengan mudah dan nyaman," ujar Bupati Ipuk saat meresmikan kantor BPN Inklusif di Banyuwangi. Selain itu, Bupati Ipuk juga memuji BPN Banyuwangi yang telah menyediakan berbagai fasilitas yang ramah bagi kelompok rentan. Di antara fasilitas tersebut adalah pegangan tangan untuk lansia, *guiding block*, kursi roda, alat bantu dengar, tongkat, serta loket khusus yang disiapkan untuk lansia dan difabel. Ruang laktasi dan tempat bermain anak juga disediakan, menambah kenyamanan untuk pengguna layanan. Ia menambahkan, "Kami bahkan telah menyiapkan petugas yang siap membantu, termasuk mereka yang mampu berkomunikasi menggunakan bahasa isyarat. Terima kasih kepada BPN atas upaya ini." Sejak awal menjabat, Bupati Ipuk telah berkomitmen untuk menciptakan lingkungan layanan publik yang ramah terhadap difabel dan lansia. Ia menyatakan bahwa berbagai fasilitas di MPP (Mal Pelayanan Publik), Organisasi Perangkat Daerah, serta kantor kelurahan dan kecamatan telah dirancang dengan perhatian khusus terhadap aksesibilitas. Pemerintah daerah juga aktif meluncurkan berbagai program untuk mendukung kebutuhan penyandang disabilitas. Salah satunya adalah Program Agage Pintar yang menuntut sekolah-sekolah untuk menerima pendaftaran anak berkebutuhan khusus (ABK). Selain itu, ada beasiswa Banyuwangi Cerdas yang diperuntukkan bagi siswa difabel yang berprestasi. Banyuwangi rutin menggelar acara seperti "Festival Kita Bisa", yang menjadi platform bagi difabel untuk mengekspresikan kreativitas serta bakat mereka. Untuk menjamin pemenuhan hak sipil, Pemkab Banyuwangi juga melaksanakan Program Go on Document (Godoc), yang mendatangi rumah-rumah untuk memfasilitasi pembuatan dokumen kependudukan bagi penyandang disabilitas. "Selain itu, kami juga membuka jalur khusus dalam rekrutmen Aparatur Sipil Negara untuk penyandang disabilitas, sebagai bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap mereka," tambah Bupati Ipuk. Kepala BPN Banyuwangi, Mahmud Effendi, menjelaskan bahwa pihaknya tidak hanya fokus pada aksesibilitas kantor, tetapi juga melaksanakan Program Lapis Ketan yang menyasar pelayanan prioritas bagi kelompok rentan. "Dalam program ini, pemohon diharapkan hanya perlu datang sekali. Dokumen yang diperlukan akan kami kirimkan langsung ke rumah. Semua proses, termasuk pengukuran tanah, akan kami bantu tanpa harus mengunjungi kantor," tuturnya. ANTARA