BANDA ACEH –
**Borneonews - Aceh Timur**, Pemerintah Kabupaten Aceh Timur menginformasikan bahwa sebanyak 1.093 pendaftar calon pegawai negeri sipil (CPNS) menghadapi kendala terkait penggunaan *e-meterai*. Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Aceh Timur, Teuku Didi Farisha, menjelaskan bahwa dari total pendaftar yang mencapai 2.824 orang, 1.093 di antaranya mengalami kesulitan dalam mengakses laman untuk membeli *e-meterai*. Hal ini disebabkan oleh adanya kesalahan sistem atau *error* di platform digital tersebut. Dalam keterangan resmi yang disampaikan pada hari Kamis, Teuku Didi Farisha, yang didampingi oleh Kepala Bidang Pengadaan dan Pemberhentian ASN BKPSDM, Satria, mengungkapkan bahwa pihaknya hingga saat ini belum menerima informasi lebih lanjut mengenai masalah teknis yang terjadi pada sistem *e-meterai*. Banyak pendaftar mengharapkan adanya perpanjangan waktu pendaftaran, serta penggantian dengan penggunaan meterai tradisional atau *meterai tempel* jika masalah terkait *e-meterai* tidak dapat segera teratasi. Sebagai informasi, Pemkab Aceh Timur pada tahun 2024 telah membuka rekrutmen untuk 331 formasi CPNS. Dari jumlah tersebut, 311 formasi diperuntukkan bagi tenaga teknis, dan sisanya 20 formasi ditujukan bagi tenaga kesehatan. Sebagai langkah inklusif, pemerintah juga menyediakan tujuh formasi khusus bagi penyandang disabilitas. Teuku Didi Farisha menghimbau kepada masyarakat yang mendaftar untuk berhati-hati dan tidak mudah terjebak pada tawaran janji kelulusan dari calo atau pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. "Pendaftar harus menyadari bahwa jika ada pihak yang menjanjikan kelulusan, itu adalah bentuk penipuan. Penilaian atau skor pada saat seleksi sepenuhnya merupakan hasil dari kemampuan peserta sendiri, tanpa campur tangan pihak lain," tegasnya. ANTARA