BANGKA BELITUNG –
**Borneonews - Sungailiat**, Sebanyak 2.450 pekerja yang berada dalam kategori rentan di sektor perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, kini telah mendapatkan jaminan perlindungan kerja serta jaminan sosial. Penjabat Bupati Bangka, M Haris, menyampaikan bahwa para pekerja tersebut merupakan individu yang belum terdaftar sebagai anggota *BPJS Ketenagakerjaan*. "Mereka terdiri dari ribuan pekerja, termasuk petani sawit rakyat dan buruh sawit," ujarnya saat memberikan keterangan di Sungailiat pada hari Kamis. Untuk mendukung jaminan perlindungan ini, pemerintah Kabupaten Bangka telah mengalokasikan dana sebesar Rp500 juta selama satu tahun. Anggaran tersebut bersumber dari dana bagi hasil (DBH) kelapa sawit yang diperoleh melalui Kementerian Keuangan Republik Indonesia. Dalam keterangan lebih lanjut, Direktur Perencanaan Strategis dan Teknologi Informasi *BPJS Ketenagakerjaan*, Zainudin, menjelaskan bahwa program ini menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan jumlah peserta yang terdaftar di *BPJS Ketenagakerjaan* di Bangka, yang saat ini baru mencapai angka 33 persen. Dia menyampaikan optimisme bahwa angka tersebut akan meningkat seiring dengan pengembangan kolaborasi yang lebih baik di seluruh elemen masyarakat. Zainudin menggarisbawahi pentingnya kerja sama komprehensif dari berbagai pihak dalam mendukung kesejahteraan masyarakat melalui program jaminan sosial yang disediakan. Menurutnya, siapa pun dapat terlindungi oleh program *BPJS*, dengan syarat yang tergolong sederhana. "Syarat untuk menjadi peserta dalam program *BPJS Ketenagakerjaan* sangatlah mudah. Yang terpenting adalah individu tersebut memiliki pekerjaan, meskipun pekerjaan tersebut tidak dilakukan di lembaga formal," ujarnya. Perlu diketahui, sekitar 60 persen dari total tenaga kerja di Indonesia merupakan pekerja informal, yang termasuk dalam kelompok pekerja rentan, seperti pembantu rumah tangga atau marbot masjid. "Apapun jenis pekerjaan yang diambil, *BPJS Ketenagakerjaan* siap memberikan layanan kepada masyarakat untuk menjadi peserta," katanya. ANTARA