BORNEONEWS, Palangka Raya - Walikota Palangka Raya Riban Satia menyebut nilai-nilai gotong royong sudah memudar. Ini seiring kemajuan zaman plus tekhnologi serba canggih.
Ia pun mengajak semua lapisan masyarakat untuk menumbuh kembangkan kembali gotong royong yang sudah ada sejak zaman dahulu kala.
“Sebenarnya bulan bakti gotong royong hanya mengingatkan kembali atau semacam pemerintah memberikan penekanan. Karena nilai gorong rotong itu sejak bangsa kita ada sudah ada,” kata Riban Satia kepada wartawan usai menghadiri kegiatan Pencanangan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (PBBGRM) ke-XIII dan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-44 Tingkat Kota Palangka Raya di halaman kantor Kelurahan Petuk Katimpun, Selasa (19/7/2016).
Menurut Riban, ini terjadi karena banyaknya masyarakat yang terlena dengan kemajuan tekhnologi.
“Sekarang dengan kemajuan zaman dan tekhnologi yang hampir tiada batasnya, membuat nilai gotong royong mulai berkurang. Seperti contohnya, semestinya bisa bertemu namun memakai telephone. Alasannya hemat. Padahal di balik itu tidak hemat. Pulsa kan keluar juga,” katanya.
“Kemudian, nilai silaturahmi antara per telephone dan tatapmuka juga berbeda. Ini secara tidak langsung juga akan meninggalkan kebersamaan,” jelas Riban.
Dengan pencanangan dan HKG itu, Riban menegaskan harus ada perubahan lebih baik. Yakni campur tangan pemerintah harus aktif dalam menggerakan PBBGRM dan maupun ibu PKK.
“Tidak bisa lagi hanya dengan kesadaran masyarakat. Namun bagaimana pemerintah memberikan sesuatu untuk menarik masyarakat ke situ,” katanya.
“Contoh, Petuk Ketimpun apa sih keunggulannya yang bisa kita jual? Kalau sumber daya alamnya tidak ada dari perut bumi, ya bagaimana kita tumbuhkan sumber pendapatan masyarakat dari kondisi potensial alam yang ada. Kita akan cari itu,” tuntasnya. (BUDI YULIANTO/m)








