SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Pemerintah Kabupaten Katingan menerima penghargaan atas dukungan, komitmen dan partisipasi aktif dalam program pembangunan keluarga, kependudukan dan keluarga berencana (BANGGA KENCANA) serta percepatan penurunan stunting Provinsi Kalimantan Tengah.

Penjabat Bupati Katingan Sutoyo menerima penghargaan tersebut secara langsung dari Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran dalam kegiatan Peringatan Hari Keluarga Nasional ke-31, Hari Anak Nasional ke-40 dan Temu Kerja Tim Percepatan Penurunan Stunting se-Kalteng di Kabupaten Kotawaringin Timur, Kamis, 5 September 2024.

"Alhamdulillah kami menerima penghargaan dari Gubernur. Kita patut bangga karena penghargaan ini merupakan buah dari kerja keras, kerja cerdas, dan kerja kolaboratif dari semua unsur yang terlibat," kata Sutoyo.

Penanganan stunting merupakan salah satu fokus permasalahan yang ditangani Pemkab Katingan sesuai program nasional.

Dalam kegiatan tersebut, ia menerima arahan Gubernur bahwa penanganan stunting harus difokuskan sesuai perintah Presiden RI Joko Widodo. Salah satu cara untuk mencapai penurunan stunting sesuai target nasional tersebut dengan menambah anggaran pada perubahan. "Karena semuanya tidak bisa kita atasi apabila anggaran tidak kita tingkatkan," ujarnya.

Kerja sama masyarakat, tokoh masyarakat, pemuda, tokoh adat, agama dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait juga sangat diperlukan dan berperan penting untuk percepatan penurunan stunting di Katingan.

Dalam paparan disampaikanKepala Bappedalitbang Kabupaten Katingan Jonianto, berdasarkan data Pusdatin 2023 dengan sasaran balita 15.502 ketika diukur SKI angka stunting 34 persen.

Namun berdasarkan data lapangan elektronik-Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (e-PPGBM) di 16 Puskesmas hanya ada 9.162 sasaran balita. Dari sasaran tersebut terdapat 8.945 balita yang diukur atau 97,6 persen.

"Kami berharap agar data ini dapat diterima oleh pemerintah pusat terkait dengan data yang sampai saat ini ada perbedaan antara Pustatin dan e-PPGBM itu tersebar di 13 Kecamatan dan 16 Puskesmas. Data fisiknya bisa kami sampaikan itu dalam rangka pembuktian bahwa kita cukup tinggi berdasarkan SKI 34 persen sedangkan data kami hanya 14,8 persen," tandas Jonianto. (DEWI PATMALASARI/R)