**Borneonews - Batam**, Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali baru saja meresmikan pengoperasian dua kapal perang buatan dalam negeri di Batam, Kepulauan Riau. Peresmian yang berlangsung pada hari Kamis ini menandai pengoperasian dua Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) jenis Patroli Cepat berukuran 40 meter, yang diharapkan dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi tugas Operasi Keamanan Laut (Opskamla) di wilayah yuridiksi nasional Indonesia.
Kapal-kapal ini diproduksi oleh PT Citra Shipyard, yang merupakan salah satu galangan kapal di Batam, yang juga menggambarkan kemampuan putra-putri bangsa dalam industri maritim. KRI Butana 878 dan KRI Selar 879 merupakan dua kapal yang kini akan memperkuat Komando Armada (Koarmada) II, masing-masing ditempatkan dalam satuan patroli Lantamal V Surabaya dan Lantamal VIII Manado.
Dalam sambutannya, KSAL menekankan bahwa penyerahan dua kapal perang ini berkontribusi terhadap peningkatan kekuatan armada laut Indonesia. Ini adalah realisasi dari program prioritas pembangunan TNI Angkatan Laut, yang bertujuan untuk modernisasi alutsista serta memenuhi kebutuhan alat utama sistem senjata untuk mencapai visi Indonesia Emas tahun 2045, ujar KASAL.
Saat ini, TNI AL telah menempatkan jenis KRI tipe PC 40 di berbagai Pangkalan Utama TNI AL di seluruh Indonesia. Kapal ini memiliki keunggulan tertentu, diantaranya adalah persenjataan yang terdiri dari 1 unit meriam 30 mm dan 2 unit meriam 12,7 mm, yang mendukung tugasnya di lapangan.
KRI tipe PC 40 dirancang untuk beroperasi di berbagai kondisi medan dan cuaca. Dengan panjang keseluruhan 45,50 meter dan lebar 7,90 meter, kapal ini mampu melaju dengan kecepatan maksimum 24 knot, serta memiliki kecepatan jelajah sebesar 17 knots. Keterampilan manuver yang dimiliki memungkinkan kapal patroli cepat ini untuk melaksanakan beragam misi, termasuk infiltrasi, eksfiltrasi, serta misi pencarian dan penyelamatan (SAR) secara efisien.
KSAL juga menyampaikan harapannya agar semua alat utama sistem senjata yang telah diserahkan dapat dijaga, dirawat, dan dioperasikan dengan baik, sebagai bentuk pengabdian kepada negara dan bangsa.
Peresmian kedua kapal perang ini ditandai dengan Upacara Delivery Kapal PC 40. Selanjutnya, KSAL memimpin upacara pengukuhan komandan dari kedua KRI. KRI Butana-878 diambil alih oleh Mayor Laut (P) Mega Yudha Prabowo, sedangkan KRI Selar-879 dipimpin oleh Mayor Laut (P) Agus Solikhin. Keduanya adalah perwira menengah TNI AL yang merupakan lulusan Akademi Angkatan Laut (AAL) Angkatan ke-55 tahun 2009.
ANTARA
Peresmian Dua Kapal Perang Karya Anak Bangsa di Batam
Bagikan:

BATAM –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Distribusi Masih Jadi Hambatan, Industri Komik Indonesia Dinilai Punya Potensi Besar
Iran Ancam Gunakan Taktik Baru jika AS Kembali Lancarkan Serangan
OJK Kalteng Tekankan Manfaat Nyata Inklusi Keuangan bagi Kesejahteraan Masyarakat
Dokter Jadi Tersangka Dugaan Pencabulan terhadap Anak Kandung Berusia 4 Tahun
Dampak Karhutla bagi Kesehatan Bukan Hanya Gangguan Pernapasan
Karhutla Ancam Habitat Orangutan di Kalteng, Patroli dan Evakuasi Satwa Diperkuat
Komentar (0)
Memuat komentar…







