BORNEONEWS, Palangka Raya - Perusahaan nomor satu di Tiongkok, China akan menanamkan investasinya di provinsi Kalimantan Tengah, Indonesia. Ini kemungkinan benar-benar akan terjadi karena Gubernur Kaimantan Tengah Sugianto Sabran memberi jaminan akan kelancaran pengurusan izin sampai mimpi ini benar-benar terwujud.
Melalui Wu Lei, Vice Chairman dari China Chamber of Commerce in Indonesia, perusahaan dari China ini rencananya akan berkolaborasi dengan pengusaha dari China dan pengusaha lokal-nasional Abdul Rasyid.
"Untuk tahap awal kita akan siapkan sekitar US$2-3 miliar. Ini untuk awal saja," ungkap Wu Lei yang merupakan perwakilan dari perkumpulan para pengusaha China di Indonesia saat ditemui di Istana Isen Mulang, Palangka Raya, Selasa (19/7/2016).
Sementara itu Abdul Rasyid menyebutkan, penggagasan pembangunan pabrik baja terbesar nomor tiga di dunia ini lantaran melihat potensi Kalteng yang begitu besar dan rasa-rasanya mampu memenuhi kriteria yang diharapkan perusahaan.
"Untuk perusahaannya saja diperlukan kawasan sampai 2.000 hektar, belum lagi kedalamab air tawarnya minimal 20 meter. Itu semua ada di Kalteng," ujar Abdul Rasyid.
Sementara untuk sumber daya listrik, pelabuhan dan jalan operasional, Gubernur Kalteng menyebutkan pengusaha pabrik baja ini jugalah yang akan membangunnya.
"Mereka juga langsung berinvestasi di kelistrikan dan pembangunan pelabuhannya. Kalau jalan kan sudah pasti. Bahkan saya minta untuk tenaga kerjanya 60-70 persen harus tenaga kerja lokal dan mereka setuju. Sekarang tinggal survei di mana baiknya pabrik ini akan dibangun," tutur Sugianto Sabran. (TESTI PRISCILLA/m)








