JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Abdullah Azwar Anas, menekankan bahwa transformasi tata kelola pemerintahan dengan mengintegrasikan teknologi digital dapat berperan sebagai *enabler* yang signifikan dalam mengurangi dampak lingkungan. Hal ini sejalan dengan upaya mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan. Dalam ajang Indonesia International Sustainability Forum (ISF) 2024 yang diadakan di Jakarta Convention Center, Azwar mengungkapkan harapannya agar proses transformasi digital menjadi pondasi bagi ekosistem keberlanjutan. Ini diharapkan bisa berlandaskan pada transparansi data dan *interoperabilitas*, sehingga mendukung pengambilan keputusan untuk transisi energi yang lebih adil. Saat ini, Kementerian PANRB tengah menyusun Grand Design Reformasi Birokrasi Nasional (GDRBN) untuk periode Tahun 2025-2045. Rancangan ini akan mengarah pada penetapan kebijakan yang strategis dalam pelaksanaan reformasi birokrasi ke depan. GDRBN dirancang untuk menyempurnakan upaya reformasi yang sudah ada, seraya mengakomodasi perubahan-perubahan dalam lingkungan strategis dan tantangan global yang dihadapi. Salah satu inovasi yang tengah dikembangkan pemerintah adalah integrasi teknologi digital melalui Digital Public Infrastructure (DPI), yang akan menyediakan layanan publik guna mendukung implementasi energi hijau. Untuk mencapai hal ini, pemerintah meluncurkan GovTech Indonesia, yang diidentifikasi sebagai INA Digital. Inisiatif ini mencakup sembilan layanan prioritas, termasuk salah satunya adalah Infrastruktur Publik Digital (DPI), serta layanan di bidang pendidikan, kesehatan, dan bantuan sosial yang terus berkembang. Azwar menyatakan harapannya bahwa konferensi ISF dapat memberikan pandangan baru serta dukungan bagi pemerintah dalam upayanya mendorong transformasi tata kelola pemerintahan. Dia juga menambahkan, "Semoga hasilnya dapat membantu menciptakan iklim yang lebih berkelanjutan, hijau, dan nyaman." Dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 82 Tahun 2003, ditetapkan target pencapaian pada September 2024. Pencapaian ini akan melibatkan rilis terbatas yang sejalan dengan praktik terbaik dalam *Govtech* yang dilakukan oleh negara lainnya dan industri dalam peluncuran aplikasi. Dalam minggu terakhir bulan September, tiga aplikasi dari INA Digital akan dirilis secara terbatas, yakni Ina Gov, INA Pas, dan INA Ku, yang memiliki 19 fitur awal, yang dapat diakses oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) serta masyarakat luas. Beberapa negara, seperti India, Estonia, dan Singapura, telah memberikan contoh sukses dalam hal digitalisasi yang dapat menjadi acuan bagi praktik di Indonesia. Forum ISF 2024 menjadi platform resmi bagi Indonesia untuk mempertemukan pemimpin dunia dari berbagai sektor dan negara dalam upaya bertukar ide dan pengetahuan. Pertemuan ini bertujuan untuk merumuskan solusi dan berbagi praktik terbaik dalam menghadapi tantangan perubahan iklim yang kian mendesak. Acara yang berlangsung selama dua hari ini akan mencakup berbagai agenda, termasuk sesi utama yang menghadirkan pembicara kunci, dialog tema, dan penandatanganan MoU, serta pameran. Gala Dinner yang dijadwalkan di kawasan Monumen Nasional (Monas) pada penghujung acara ini akan dipimpin oleh Wakil Presiden Ma'ruf Amin dan dihadiri oleh sekitar 500 tamu VIP. Acara tersebut akan menampilkan pertunjukan video mapping serta sajian kuliner khas Nusantara. ANTARA