KENDARI –
**Borneonews - Kendari**, Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sulawesi Tenggara (Sultra) melaporkan bahwa sebanyak 17 daerah di Sultra telah berhasil menerapkan program pemerintah daerah (pemda) digital pada semester pertama tahun 2024. Kepala Kantor Perwakilan (KPw) BI Sultra, Doni Septadijaya, mengungkapkan bahwa penerapan pemda digital di wilayah ini menunjukkan peningkatan yang signifikan. Pada semester kedua tahun 2023, program ini hanya diterapkan oleh sembilan daerah. Kini, angka tersebut telah meningkat hingga mencapai 17 daerah. Doni menjelaskan bahwa pemda digital merupakan upaya untuk mempercepat proses digitalisasi dalam transaksi keuangan, serta pengelolaan keuangan daerah. Inisiatif ini mencakup seluruh kegiatan pemerintahan, baik dalam hal penerimaan pajak dan retribusi maupun pengeluaran keuangan yang terkait. "Harapan kami, melalui implementasi pemda digital ini, pendapatan asli daerah (PAD) akan terus mengalami peningkatan. Hal ini diharapkan dapat meminimalkan kemungkinan terjadinya kebocoran atau penyimpangan dalam anggaran daerah," jelasnya. Selanjutnya, Doni menambahkan bahwa pada semester satu tahun 2024, terdapat satu pemerintah daerah yang masih berstatus maju, yang dianggap sebagai pencapaian luar biasa. Dukungan dari pemerintah daerah terkait *electronic finance* berjalan dengan cukup baik, evidenced by positive reports that received high assessments. Ke depan, BI Sultra berkomitmen untuk terus berkolaborasi dengan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) di tingkat provinsi serta kabupaten dan kota. Mereka akan terus memberikan pembinaan dan pendampingan, serta melaksanakan kegiatan penguatan terkait program pemda digital ini sehingga elektronifikasi transaksi pemerintah daerah semakin meningkat. ANTARA