SURABAYA –
**Borneonews - Ponorogo**, Unit Donor Darah Palang Merah Indonesia (PMI) di Ponorogo, Jawa Timur, telah mengambil langkah nyata dalam memberikan bantuan air bersih kepada masyarakat yang terkena dampak kekeringan di berbagai daerah terpencil. Ketua UDD PMI Kabupaten Ponorogo, Luhur Karsanto, menyatakan bahwa organisasi kemanusiaan ini tidak hanya fokus pada kegiatan donor darah, tetapi juga peduli terhadap kebutuhan hidup masyarakat. Pada tahap awal, PMI menyalurkan empat truk tangki air yang masing-masing memiliki kapasitas 6.000 liter. Selain itu, mereka juga mendistribusikan berbagai peralatan pendukung seperti ember, jerigen, dan tandon air untuk membantu masyarakat dalam mengatasi masalah kekeringan. PMI berkomitmen untuk berperan aktif dalam membantu pemerintah daerah mengatasi tantangan sosial yang dihadapi masyarakat, khususnya dalam situasi darurat seperti ini. Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko, menyampaikan bahwa ada beberapa wilayah di kota ini yang membutuhkan perhatian khusus, terutama pada saat musim kemarau. Bupati Sugiri menjelaskan bahwa fenomena cuaca ekstrem, di mana beberapa daerah mengalami banjir saat hujan dan kekeringan saat kemarau, menjadi tantangan konstan. Ia menegaskan bahwa Pemkab Ponorogo sedang merumuskan strategi untuk mencegah terulangnya situasi serupa setiap tahun. Sebagai bagian dari upaya tersebut, pihaknya menargetkan agar jumlah wilayah yang terdampak kekeringan dapat berkurang pada tahun depan. Salah satu program yang diusulkan adalah pipanisasi dari sumber air sumur dalam. Program penghijauan juga diharapkan dapat membantu daerah-daerah yang sering mengalami kekeringan. Bupati Sugiri menjelaskan rencana pemanfaatan sumur dalam yang dibangun dari bawah, di mana air akan dipompa ke atas dan disalurkan melalui tandon-tandon di lokasi-lokasi paling tinggi. Dengan cara ini, diharapkan distribusi air ke wilayah-wilayah yang mengalami kekeringan dapat dilakukan dengan lebih efisien. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ponorogo, Masun, menyebutkan bahwa saat ini terdapat sembilan wilayah yang mengalami kekeringan, dengan total masyarakat yang terdampak mencapai 619 kepala keluarga. BPBD juga sedang mencari solusi agar masalah kekeringan di Ponorogo dapat diminimalkan di masa mendatang. ANTARA