**Borneonews - Jakarta**, Peneliti dari Organisasi Riset Ilmu Sosial dan Humaniora di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Ahmad Jazuli menyampaikan bahwa dalam pandangan fikih Islam, pasangan suami istri diperbolehkan untuk menolak ajakan berhubungan seksual jika salah satu pihak menderita penyakit menular.
Dalam sebuah *webinar* yang diadakan di Jakarta, Ahmad menjelaskan bahwa jika salah satu pasangan, baik laki-laki atau perempuan, terancam oleh bahaya dari penyakit menular, maka penolakan terhadap potensi kerusakan tersebut harus menjadi prioritas utama.
Meskipun ajaran Islam menetapkan bahwa istri memiliki kewajiban untuk melayani suami dalam hal hubungan seksual, Ahmad menekankan bahwa aktivitas intim itu sebaiknya dilakukan ketika kedua belah pihak dalam keadaan sehat tanpa penghalang apapun.
Lebih jauh, ia menegaskan bahwa jika salah satu dari mereka mengalami penyakit berbahaya atau menular, maka hubungan seksual dalam kondisi tersebut menjadi haram, mengingat dapat membawa mudharat atau bahaya bagi salah satu atau kedua belah pihak.
Ahmad juga menguraikan bahwa keempat *mahzab* dalam Islam, yaitu Hanafi, Maliki, Syafi'i, dan Hambali, sepakat bahwa hubungan intim tidak diperbolehkan ketika terdapat penghalang dari salah satu pihak yang dapat menimbulkan risiko. "Jika hubungan seksual dilakukan dalam kondisi yang berbahaya bagi salah satu atau kedua belah pihak, tindakan tersebut menjadi haram, dan pasangan yang melakukannya dapat dianggap berdosa," tuturnya.
Oleh karena itu, Ahmad menekankan pentingnya menjalin komunikasi yang jujur dalam hubungan rumah tangga. Apabila salah satu pasangan sedang mengalami penyakit berbahaya dan menular, komunikasi terbuka mengenai kondisi kesehatan tersebut menjadi sangat penting untuk dilakukan.
Penolakan dan komunikasi antara pasangan sebaiknya dilakukan dengan cara yang baik dan lembut, sehingga tidak menimbulkan perasaan diabaikan. "Jika hal ini tidak disampaikan, ada risiko yang dapat membahayakan pasangan, atau jika perempuan tersebut sedang hamil, dapat berdampak negatif pada janin yang dikandungnya," tambah Ahmad.
ANTARA
Pentingnya Komunikasi dalam Hubungan saat Menderita Penyakit Menular
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Pertamina Tambah Pasokan BBM dan Operasional SPBU
Bawa Tongkat Komando Berisi Belati ke DPRD Kalsel, Pria 47 Tahun Diamankan Polisi
TNI-Polri Kedepankan Pendekatan Dialogis dalam Mengamankan Dogiyai
Tolak Ajakan Berkelahi, Siswa SMP di Banjarmasin Tetap Dipaksa hingga Tersungkur
Survei IPO: Meutya Hafid Masuk 10 Besar Menteri Berkinerja Terbaik
Guru SDN di Banjarmasin Jadi Tersangka Pelecehan Siswi 12 Tahun
Komentar (0)
Memuat komentar…







