**Borneonews - Ternate**, Sebanyak 36 tim bersiap untuk beradu prestasi dalam ajang Madrasah Young Researcher (MYRES) tahun 2024. Kegiatan ini berlangsung dari tanggal 2 hingga 7 September di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ternate.
Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Prof. Abu Rokhmad, menjelaskan bahwa pelaksanaan KSM (Kompetisi Sains Madrasah) tahun ini hadir dengan beberapa keistimewaan. Kegiatan tersebut dipusatkan di Ternate dengan tujuan untuk menciptakan lingkungan yang inklusif, termasuk kategori khusus bagi peserta dari madrasah inklusif.
Selain itu, terdapat kategori baru yang ditujukan bagi peserta dari daerah Terdepan, Terpencil, dan Tertinggal (3T), serta madrasah yang memiliki siswa dengan kebutuhan khusus. Secara keseluruhan, KSM 2024 ini diikuti oleh 618.756 peserta yang telah melewati berbagai babak penyisihan hingga mencapai babak final. "Ajang ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan mengapresiasi potensi anak madrasah di bidang sains," kata Abu Rokhmad.
MYRES berfungsi sebagai platform bagi siswa madrasah untuk menggali minat dan bakat mereka dalam sains. Dalam ajang ini, terdapat tiga bidang yang dilombakan: matematika, sains dan pengembangan teknologi, serta ilmu sosial-humaniora dan ilmu keagamaan.
Salah satu hal yang paling menarik adalah berbagai temuan yang dihasilkan oleh peserta. Sejumlah inovasi yang diciptakan anak-anak madrasah sebelumnya banyak yang bersifat *applicable* dan dapat diterapkan untuk membangun masa depan yang lebih baik. Salah satu contoh, MAN 1 Sukabumi, pada ajang MYRES 2024, mengusung penelitian bertajuk Pengembangan Polimer Super-Absorben Dari Tandan Kosong Kelapa Sawit Sebagai Penyerap Polutan Pada Teknologi Air Purifier. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa tandan kelapa sawit yang selama ini dianggap sebagai limbah memiliki potensi untuk menyerap polutan di lingkungan secara efektif.
Sementara itu, siswa Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 2 Kota Sawahlunto, Sumatera Barat, menciptakan alat pendeteksi kebocoran gas metana. Gas metana umumnya terdapat di area tambang dan berpotensi menyebabkan ledakan. Untuk itu, siswa MTs tersebut merancang alat berbasis sirkuit *Enhanced Smart Power* (ESP) dengan sensor untuk mendeteksi gas. Hasilnya adalah alat sederhana yang efektif mendeteksi keberadaan gas metana dalam oksigen, dapat dipantau melalui ponsel.
Menteri Agama RI, Yaqut Cholil Qoumas, saat membuka acara KSM-Myres Nasional, berharap agar gelaran tahun ini dapat memotivasi seluruh pelajar Indonesia untuk terus berinovasi dan berprestasi dalam setiap aspek kehidupan. "KSM-Myres merupakan media strategis dalam mengembangkan ekosistem madrasah yang unggul dan kompetitif," ujarnya. Menag menekankan bahwa pengalaman yang didapat dalam kompetisi ini lebih bernilai daripada sekadar meraih medali, mengingat pentingnya proses belajar yang dijalani.
Ketua Panitia KSM-MYRES 2024, Shola Taufiq, menambahkan bahwa tahun ini MYRES menampilkan 36 tim terbaik yang telah diseleksi hingga tingkat provinsi. Para juri yang terlibat adalah mereka yang berkompeten di bidangnya, sehingga hasil karya yang diperoleh menjadi simbol kemajuan madrasah saat ini.
Karya-karya riset yang ditampilkan, menurut Shola, banyak yang terkumpul di panitia dan masih memerlukan dukungan dari dunia usaha untuk menjadikannya produk yang dapat mengubah masyarakat. Dengan banyaknya kompetisi yang tersedia, siswa madrasah kini dapat meningkatkan level keahlian mereka dalam bidang sains. Hal ini membuat madrasah dapat bersaing setara dengan sekolah umum baik di tingkat nasional maupun internasional.
Prestasi siswa madrasah dalam ajang Olimpiade Sains Nasional, yang dahulu didominasi oleh siswa SMA, juga menunjukkan peningkatan. Terbaru, Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kota Malang berhasil meraih 10 medali dalam Olimpiade Sains Nasional Tingkat Nasional pada 31 Agustus 2024. Pada ajang yang digelar oleh Balai Pengembangan Talenta Indonesia (BPTI) Kemenristek Dikti di Jakarta, 17 siswa MAN 2 menjadi finalis dan memenangkan 10 medali serta 1 gelar *The Best*.
Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah Kementerian Agama, M. Sidik Sisdiyanto, menyatakan bahwa upaya yang dilakukan Kemenag selama ini telah membuahkan hasil. "Madrasah yang dulunya dianggap sekolah pinggiran kini telah menjelma menjadi lembaga yang jauh berbeda," tuturnya.
Enhancement dalam reputasi madrasah di mata publik terbukti dari meningkatnya jumlah pendaftar di madrasah negeri, yang menciptakan persaingan ketat. Dalam berbagai mata pelajaran, siswa madrasah menunjukkan prestasi yang signifikan. Salah satu indikatornya adalah tingginya jumlah anak-anak madrasah yang berhasil masuk ke perguruan tinggi melalui jalur Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK), sebuah tes yang wajib diikuti untuk masuk ke perguruan tinggi negeri melalui Seleksi Nasional Berbasis Tes (SNBT).
Berdasarkan informasi dari Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT), pada tahun 2024 terdapat 13 Madrasah Aliyah (MA) di Indonesia yang berhasil meraih nilai UTBK yang mengesankan dan masuk dalam 100 besar peraih UTBK terbaik. Daftar tersebut meliputi MAN Insan Cendekia Serpong, MAN Insan Cendekia Pekalongan, MAN 2 Kota Malang, MAN Insan Cendekia Kota Batam, MAN Insan Cendekia Gorontalo, MAN Insan Cendekia Jambi, MAN Insan Cendekia Pasuruan, dan MAN Insan Cendekia Padang Pariaman. Selain itu, terdapat juga MAN 1 Yogyakarta, MAN Insan Cendekia OKI Sumsel, MA Zakaria Kota Bandung, MAN Insan Cendekia Tanah Laut, serta MAN Insan Cendekia Lombok Timur.
ANTARA
Prestasi Madrasah Young Researcher 2024, 36 Tim Tunjukkan Inovasi
Bagikan:

AMBON –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
BI Kalteng Ingatkan Bahaya Jual Beli Rekening dan QRIS
Kebobolan pada Menit Akhir, Persela Ditahan Imbang De Red FC 2-2
Erick Thohir Berikan Surat Dukungan kepada Presiden FIFA
Gol Pablo Comitre Gagalkan Kemenangan Bali United di Markas Persita
Amri/Nita Petik Pelajaran Berharga Setelah Terhenti di French Open
Pelatih Minta Persebaya Bermain Agresif saat Hadapi Madura United
Komentar (0)
Memuat komentar…







