**Borneonews - Samarinda**, Kafilah dari Provinsi Papua Barat telah menjadi tim pertama yang tiba untuk mengikuti Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Tingkat Nasional ke-30 yang akan diselenggarakan pada tahun 2024. Dalam kedatangan tersebut, mereka mendarat di Provinsi Kalimantan Timur pada Minggu, 1 September 2024.
Imanudin, Kepala Bagian Pemerintahan Biro Pengembangan Otonomi Daerah Setda Provinsi Kalimantan Timur, memaparkan bahwa kedatangan kafilah ini terjadi pada siang hari di Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS). Tim ini dipimpin oleh Ramli yang berasal dari Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an (LPTQ) Papua Barat, dan juga terdiri dari anggota Kantor Wilayah Kementerian Agama Papua Barat.
Begitu tiba, mereka disambut dengan hangat oleh pimpinan dan Liaison Officer (LO) dari Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah. Dalam acara penyambutan, dilakukan pula penyerahan cinderamata kepada ofisial dan panitia dari Papua Barat, yang disampaikan dengan penuh rasa syukur.
Tidak hanya sekedar penyambutan, acara tersebut juga diisi dengan jamuan makan siang dan dilanjutkan dengan city tour di sekitar Kota Samarinda. Setelah rangkaian penyambutan yang meriah, para ofisial dari Papua Barat diantar ke hotel tempat mereka akan menginap.
Sementara itu, Kafilah Papua Barat dijadwalkan untuk tiba menyusul pada Kamis, 5 September 2024, melalui Bandara SAMS Balikpapan pada pukul 13.00 WITA. Imanudin mengucapkan selamat datang kepada semua kafilah yang hadir dari berbagai daerah di Indonesia, serta berharap agar mereka dapat menjalani kegiatan musabaqah dengan baik.
ANTARA
Kafilah Papua Barat Tiba Pertama di Kalimantan Timur untuk MTQ
Bagikan:

SAMARINDA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Pemerintah Luncurkan Program Pengawal Energi untuk 3.679 SPBU
BI Kalteng Ingatkan Bahaya Jual Beli Rekening dan QRIS
Kebobolan pada Menit Akhir, Persela Ditahan Imbang De Red FC 2-2
Erick Thohir Berikan Surat Dukungan kepada Presiden FIFA
Gol Pablo Comitre Gagalkan Kemenangan Bali United di Markas Persita
Amri/Nita Petik Pelajaran Berharga Setelah Terhenti di French Open
Komentar (0)
Memuat komentar…







