ADA berita menarik dari Pangkalan Bun. Ketua Komisi A DPRD Kotawaringin Barat, Akhmad Subandi menyebutkan para calon kandidat bupati, yang kebetulan menjabat di SKPD setempat, melalaikan tugas. Mereka mulai sering mangkir dari tugasnya sebagai pimpinan SKPD atau juga sebagai aparat sipil negara (ASN).
Usai memimpin rapat Paripurna di DPRD tersebut, Akhmad menyatakan, sebagai ASN, apalagi sebagai pejabat, mereka jangan seenaknya mengabaikan atau meninggalkan tugas.
"Silakan kalau mau nyalon. Tapi jangan seenaknya tinggalkan tugas. Ini sudah berhari-hari tidak masuk kantor dan mengganggu kinerja SKPD. Kemarin pada rapat koordinasi Pemda, bahkan satupun dari Dinkes tidak ada yang hadir," sergah Akhmad Subandi.
Ada beberapa pajabat di lingkunjgan SKPD yang berencana mencalonkan diri jadi Bupati. Tetapi semprotan Akhmad Subandi tampaknya ditujukan kepada Kepala Dinas Kesehatan, Indrawan Sakti.
Tidak aktifnya Indrawan dipandang berakibat fatal. Yakni terkatung-katungnya nasib 3 puskesmas yang kini sedang dalam proses peralihan ke rumah sakit tipe D. Peralihan ini terbengkalai sebab proses administrasi tidak diurus dengan baik oleh yang bersangkutan.
Benar, belakangan diketahui Indrawan sudah mengajukan pensiun dini. Tetapi surat persetujuan dari atasan belum turun. Dalam logika Akhmad Subandi, selama surat persetujuan atas permohonannya belum keluar, Indrawan masih terikat dalam status dan jabatan semula.
Apa yang dilakukan Indrawan Sakti, tampaknya menjadi jamak di lingkungan birokrasi. Bolos-membolos sudah bukan menjadi rahasia.
Masalahnya, Indrawan masih terikat sebagai seorang Kepala Dinas. Yang, bertanggungjawab pada instansi pelayanan publik yang sangat vital, yakni rumah sakit.
Bagi siapapun yang akan menjadi calon pemimpin, alangkah elok dan indahnya jika ia menuntaskan pekerjaan dan tanggungjawabnya dengan baik. Jika tiga rumah sakit tadi bisa kelar dengan baik, maka hal itu akan menjadi <>credit poin <> Indrawan. Masyarakatpun akan berterimakasih dan siapa tahu kelak akan memilih dia. Dan itu pasti akan menjadi kebanggaan dia sendiri jika kelak ternyata dia terpilih menjadi bupati.
Tetapi sebaliknya, jika dia ‘kabur’ dari tanggungjawabnya, sehingga tiga rumah sakit itu terbengkalai, maka dia justru akan dicibir warga.








