JAYAPURA –
**Borneonews - Biak Utara**, Pemerintah Kabupaten Biak Numfor, Papua, melalui Dinas Kesehatan (Dinkes), telah melaksanakan kegiatan vaksinasi polio tahap empat yang ditujukan bagi 1.500 anak balita di area Puskesmas Biak Utara pada hari Kamis. Vaksinasi ini secara langsung diberikan oleh Penjabat Gubernur Ramses Limbong, didampingi oleh Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Papua, Kerdina R Limbong, serta Penjabat Bupati Sofia Bonsapia. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Biak Numfor, Daud Nataniel Duwiri, mengungkapkan bahwa kegiatan ini berlangsung di Distrik Biak Utara. Duwiri menekankan bahwa pelaksanaan vaksinasi ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam memelihara kesehatan anak, yang sangat penting untuk mencapai visi Indonesia Emas 2045. Dia menambahkan bahwa melalui vaksinasi polio yang diimbangi dengan pemberian makanan tambahan, diharapkan dapat terbentuk generasi muda Papua yang tidak hanya sehat tetapi juga cerdas. Lebih lanjut, ia melaporkan bahwa pencapaian vaksinasi polio di Puskesmas Biak Utara telah mencapai angka 100 persen, yang merupakan prestasi luar biasa dan layak untuk diapresiasi kepada kepala Puskesmas setempat. Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua, dr. Yokelin Suebu, menyampaikan bahwa proses pemberian vaksin polio di Kabupaten Biak Numfor serta Supiori telah berjalan dengan lancar dan berhasil diselesaikan. Kegiatan di Distrik Biak Utara mencakup vaksinasi untuk empat anak, serta dilakukan pengukuran *anthropometry* yang lengkap. Selain itu, balita juga menerima makanan tambahan. Dalam rangka memperkuat perilaku hidup sehat, paket perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) diserahkan kepada ibu balita, sementara itu ibu hamil juga diberikan kelambu untuk mendukung kesehatan mereka. Ketua TP PKK Provinsi Papua, Kerdina Ramses Limbong, menyatakan bahwa pelayanan yang efektif dan terukur kepada balita saat ini merupakan hasil dari kerja sama yang solid antara dinas kesehatan, tim PKK, pendamping dari BKKBN, serta pemerintah daerah. Dia juga menambahkan bahwa insentif untuk kader serta biaya terkait posyandu akan diberikan berdasarkan anggaran dan peraturan yang berlaku. ANTARA