JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) Tbk mengumumkan kesiapan mereka untuk mengambil peran utama dalam pengembangan potensi energi panas bumi di Indonesia. Negara ini memiliki cadangan energi *geothermal* yang sangat besar, dengan total mencapai 24 gigawatt, atau sekitar 17 persen dari total cadangan panas bumi global. Direktur Utama PGE, Julfi Hadi, dalam acara Indonesia International Sustainability Forum (ISF) 2024 yang berlangsung di Jakarta, menyatakan bahwa PGE telah berpengalaman selama beberapa dekade dalam mengelola Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP). Saat ini, PGE memiliki kapasitas operasional terpasang sebesar 672,5 megawatt, yang menjadikannya sebagai pelopor di industri panas bumi di tanah air. Julfi Hadi menambahkan, "Kami memiliki kapasitas dan potensi cadangan yang besar untuk dikembangkan, sehingga PGE dapat berfungsi sebagai penggerak dan pemimpin dalam sektor ini." Dalam waktu dua tahun ke depan, perusahaan menargetkan untuk meningkatkan kapasitas terpasang hingga mencapai 1 gigawatt. Adapun potensi cadangan panas bumi yang dimiliki oleh PGE tercatat sekitar 3 gigawatt, yang dikelola di sepuluh wilayah kerja. Hal ini menempatkan PGE di posisi strategis sebagai salah satu pemain utama dalam sektor energi terbarukan di Indonesia, terutama dalam cita-cita menuju transisi energi yang lebih bersih. Untuk memaksimalkan pengembangan potensi panas bumi, PGE telah menjalin kerjasama strategis dengan berbagai pihak. Ini meliputi eksplorasi sumber daya, pengembangan teknologi lokal, dan promosi manufaktur yang mendukung penguatan industri panas bumi di dalam negeri. PGE secara aktif berkomitmen untuk mengoptimalkan penggunaan energi terbarukan berbasis panas bumi. Dalam hal ini, pengembangan kapasitas terpasang menjadi 1 gigawatt dalam dua tahun ke depan merupakan target yang ambisius. Julfi juga menyampaikan keyakinannya, "Dengan kerjasama yang erat antara PGE dan pihak pengembang industri panas bumi lainnya, kami akan mampu menciptakan perubahan nyata dalam pengembangan proyek panas bumi. Ini termasuk peningkatan investasi dan promosi terhadap talenta lokal." Lebih lanjut, menurut informasi dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), ada dua pendekatan utama untuk mempercepat pengembangan *geothermal* di Indonesia. Pertama adalah mendorong penggunaan energi ini melalui elektrifikasi, dan kedua adalah meningkatkan eksplorasi melalui kegiatan pengeboran yang difasilitasi oleh pemerintah. ANTARA