BANDAR LAMPUNG –
**Borneonews - Bandarlampung**, Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan memastikan bahwa pasokan pangan akan tetap tersedia menjelang musim kemarau pada tahun 2024. Dalam pernyataannya di Lampung Selatan, ia menegaskan bahwa ketersediaan pangan terjamin dan aman. Zulkifli menambahkan, pihaknya akan terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak terkait untuk mengantisipasi risiko kekurangan pasokan pangan selama musim kemarau. Hal ini bertujuan untuk menjaga stabilitas harga pangan dan memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat. "Mengenai beras, kami memiliki persediaan yang cukup. Di gudang Bulog terdapat lebih dari 2 juta ton beras. Saat ini, harga beras memang terlalu murah, namun yang terpenting adalah distribusinya tetap terjaga," ungkapnya. Ia juga menyinggung mengenai Minyakita yang tetap tersedia di pasaran. Menurutnya, sudah dilakukan sosialisasi kepada pedagang dan masyarakat terkait kemungkinan kenaikan harga eceran tertinggi. "Mengenai harga Minyakita, terdapat relaksasi selama 90 hari, dan sosialisasi mengenainya telah dilakukan. Namun, ketersediaan *crude palm oil* (CPO) di Lampung mengalami sedikit keterlambatan karena lahan perkebunan yang terbatas, yang hanya dapat ditemukan di Kabupaten Waykanan, terutama pada musim kemarau," lanjutnya. Untuk memastikan kelancaran produksi minyak goreng di Provinsi Lampung, beberapa perusahaan terpaksa mencari pasokan CPO dari provinsi lain. "Kami harus memesan dari provinsi lain, karena jika hanya bergantung pada pasokan dari Lampung, tidak akan mencukupi. Kami akan mencari pasokan dari Sumatera Selatan, Riau, atau Jambi untuk memenuhi kebutuhan," jelas Zulkifli. Dia menegaskan bahwa pasokan pangan selama musim kemarau akan terus terjaga dan tidak akan terpengaruh oleh kondisi cuaca. Dalam upaya pemantauan ketersediaan minyak goreng, salah satu perusahaan pengolah CPO, PT Domus Jaya di Kabupaten Lampung Selatan, melaporkan bahwa produksi *Minyakita* masih berlangsung dengan baik. ANTARA