BANDA ACEH –
**Borneonews - Banda Aceh**, Pemerintah Aceh telah menyiapkan sejumlah insentif bagi para atlet yang berhasil meraih medali emas pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI yang akan diadakan di Aceh dan Sumut pada tahun 2024. Total bonus yang dipersiapkan untuk peraih medali emas adalah minimal sebesar Rp300 juta. Namun, jumlah ini bisa bertambah jika kontingen Aceh berhasil mencapai atau melampaui target untuk masuk dalam peringkat 10 besar. Pj Gubernur Aceh, Safrizal ZA, menyatakan hal tersebut dalam sesi wawancara dengan wartawan usai membuka pertandingan cabang olahraga *Muay Thai* PON Aceh-Sumut 2024 di Banda Aceh. Menurutnya, bonus sebesar Rp300 juta bagi setiap atlet yang meraih medali emas merupakan komitmen pemerintah. Apabila kontingen Aceh mampu memenuhi target peringkat 10 besar, maka bonus akan dinaikkan. "Jika kami berhasil mencapai peringkat di atas 10 besar, kami akan menambahkan bonus dari yang telah disediakan. Setidaknya Rp300 juta untuk medali emas," ungkap Safrizal. Ia menambahkan bahwa jika terdapat prestasi yang lebih baik, tentu akan diajukan besaran bonus yang lebih tinggi. Lebih lanjut, gubernur menjelaskan bahwa untuk menentukan cabang olahraga yang berpotensi mendulang medali emas, pihaknya masih harus berkoordinasi dengan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Aceh. "Cabang olahraga mana yang akan menyumbangkan medali untuk mencapai 10 besar, itu akan didiskusikan dengan Ketua KONI Aceh," ujarnya. Sebelumnya, Dinas Pemuda dan Olahraga Aceh telah mengidentifikasi bahwa ada sekitar 40 cabang olahraga yang menjadi prioritas dari total 67 cabang yang akan dipertandingkan dalam PON Aceh-Sumut, di antaranya adalah sepak bola. Untuk bisa berada dalam posisi 10 besar, Aceh harus mampu mengumpulkan minimum 62 medali emas, atau lebih dari target tersebut. Kesiapan dan strategi pencapaian ini menjadi kunci bagi kontingen Aceh dalam meraih prestasi yang diharapkan. ANTARA