JAYAPURA –
**Borneonews - Jayapura**, Pemerintah Kota Jayapura, Papua, menyampaikan harapannya agar melalui program jambore kader posyandu, pengetahuan kader semakin meningkat. Hal ini diharapkan dapat berkontribusi dalam menciptakan generasi yang bebas dari masalah stunting serta lansia yang lebih berdaya. Pelaksana Tugas Asisten III Setda Kota Jayapura, Nur Bi Adji, menegaskan bahwa kader posyandu memiliki peran krusial dalam pelayanan kesehatan masyarakat. Mereka bertugas untuk meningkatkan kualitas kesehatan bagi berbagai kelompok, termasuk ibu hamil, balita, remaja, serta lansia yang merupakan bagian dari masyarakat yang rentan. Adji percaya bahwa semangat dan motivasi para kader, ditunjang dengan pengetahuan dan keterampilan yang memadai, akan menjadikan mereka mampu memberikan pelayanan yang optimal bagi masyarakat. Dengan kemampuan ini, diharapkan para kader tidak hanya berfungsi sebagai pelayan kesehatan, tetapi juga sebagai agen perubahan yang aktif. Lebih lanjut, Adji menyatakan bahwa para kader posyandu diminta untuk mengadvokasi pergeseran paradigma dari layanan kesehatan bersifat *kuratif* ke arah yang lebih *preventif* dan *promotif*. Dengan pendekatan tersebut, penyakit dapat dicegah sebelum muncul, dan pola hidup sehat dapat ditanamkan di masyarakat. Kepala Dinas Kesehatan Kota Jayapura, Ni Nyoman Sri Antari, menambahkan bahwa saat ini posyandu tidak hanya berfungsi sebagai tempat pemeriksaan kesehatan. Transformasi ini mencakup upaya untuk memenuhi standar pelayanan minimal dalam bidang kesehatan, pendidikan, serta sosial. Antari menjelaskan bahwa hal ini akan menjadi fokus bahasan dalam jambore kader posyandu, sehingga fungsi posyandu dapat diperluas di masa mendatang. Program ini juga diarahkan untuk menekan angka stunting yang masih menjadi masalah di Kota Jayapura. Berdasarkan hasil survei status gizi Indonesia, angka stunting di kota ini meningkat dari 20,6 persen menjadi 21,3 persen. Dalam konteks ini, kegiatan jambore diadakan tidak hanya untuk menyegarkan pengetahuan para kader, tetapi juga untuk mendalami penyebab terjadinya stunting dan merumuskan langkah-langkah pencegahan yang tepat. Jambore kader posyandu ini diikuti oleh 233 kader dari lima distrik di Kota Jayapura dan berlangsung di Pantai Holtekamp pada tanggal 5-6 September 2034. Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen Pemkot Jayapura dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat demi masa depan yang lebih baik. ANTARA