BORNEONEWS, Seruyan - Mengingat masih disandangnya status kabupaten tertinggal satu-satunya di Kalimantan Tengah, Bupati Seruyan mengangkat hal itu sebagai topik utama saat membuka kegiatan Rapat Koordinasi Tim Penggerak PKK Kabupaten Seruyan 2016, di Gedung Serba Guna Kuala Pembuang, Rabu (20/7/2016).

Dalam sambutannya bupati mengatakan, saat ini Seruyan masih menyandang status kabupaten tertinggal di Kalteng. Berkenaan dengan status kabupaten ini, pemerintah daerah terus berupaya melakukan pengentasan masalah yang saat ini masih dihadapi.

"Kita harus punya keyakinan bahwa kita harus bisa mengentaskannya secara bersama-sama," kata Sudarsono.

Berkaitan dengan rangkaian program PKK yang saat ini terus berjalan, bupati mengharapkan agar terus ditingkatkan guna mendukung pelaksanaan program yang dijalankan oleh pemerintah daerah.

"Melalui rakor ini, saya ingin kita bersama-sama terus berupaya membangun daerah ini. Sehingga melalui upaya program bersama yang dijalankan, dapat terbentuk sebuah komunitas masyarakat yang memiliki kreativitas bagus antar profesi dan agama," ungkapnya.

Melalui komunitas kreativitas masyarakat yang terbentuk tersebut, sehingga dapat terwujud satu kesatuan untuk mencapai apa yang ingin didapatkan. Salah satunya, mengentaskan bersama status kabupaten yang masih tertinggal ini.

"PKK punya peran yang sangat penting membantu program pemerintah daerah. Hendaknya program yang dijalankan oleh ibu-ibu PKK dapat disosialisasikan secara menyeluruh ke masyarakat," pinta Sudarsono.

Sementara itu, Ketua TP PKK Seruyan Ratna Mustika Sudarsono dalam kesempatan itu juga meminta seluruh jajarannya PKK mulai dari tingkat kecamatan, kelurahan dan desa untuk terus aktif mensosialisasikan seluruh rangkaian program PKK untuk lebih dikenal masyarakat.

"PKK harus bisa menyikapi setiap dinamika persoalan yang muncul di lingkungan maayarakat. Selain itu berperan aktif menyikapi sejauh mana berjalannya program yang dilaksanakan," pinta Ratna.

Ratna juga mengimbau agar setiap kegiatan program yang dijalankan, bisa dilakukan secara terpadu dan serasi. Pelaksanaan program juga harus disesuaikan dengan tingkat kebutuhan masyarakat sesuai dengan kearifan lokal yang dimiliki. (PARNEN/m)