JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Dalam sebuah perayaan Ekaristi yang berlangsung di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, ibadah yang dipimpin oleh Paus Fransiskus pada hari Kamis mencakup doa yang dibacakan dalam berbagai bahasa lokal. Doa ini merupakan bagian integral dari ritual tersebut, yang dilaksanakan setelah homili, sejenis khotbah dalam tradisi Gereja Katolik. Pada awal doa, Paus Fransiskus mengajak ribuan umat Katolik yang hadir untuk meminta berkat dari Santo Teresa dari Kalkuta, yang dikenal sebagai pembela rakyat miskin dan pejuang untuk perdamaian. Dalam momen yang penuh makna ini, perwakilan dari berbagai suku, termasuk Jawa, Toraja, Batak, Manggarai, Dayak, dan Papua, secara bergantian mengucapkan doa dalam bahasa mereka masing-masing. Pemohonan yang diucapkan oleh jemaat tidak hanya ditujukan kepada Paus Fransiskus, para uskup, dan imam agar dilimpahi karunia Roh Kudus dalam menjalankan pelayanan, tetapi juga untuk para pejabat pemerintah. Ibadah ini berdoa agar mereka senantiasa dibimbing oleh Tuhan dalam usaha mencapai kebaikan, keadilan, dan kedamaian. Lebih lanjut, doa juga dipanjatkan bagi kaum fakir, orang sakit, dan mereka yang terkena bencana, dengan harapan agar Tuhan meringankan penderitaan yang mereka alami. Umat Katolik juga berdoa agar generasi muda tetap teguh dalam iman, serta dapat membina rasa persaudaraan dan kasih sayang di antara mereka. Doa-doa tersebut diakhiri dengan permohonan terakhir dari Paus yang meminta agar Tuhan mendengarkan serta mengabulkan semua doa yang dipanjatkan sepanjang misa. Perayaan ini menjadi puncak kunjungan Paus Fransiskus di Indonesia, di mana sebelumnya beliau juga bertemu dengan Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, menyapa pemimpin Katolik di Katedral Jakarta, dan berpartisipasi dalam dialog antarumat beragama di Masjid Istiqlal. Kunjungan ini adalah bagian dari perjalanan apostolik Paus Fransiskus ke kawasan Asia-Pasifik yang dimulai pada 3 September 2024 dan akan berakhir pada 13 September. Kunjungan berdurasi 12 hari ini menjadi kunjungan terpanjang selama masa kepemimpinannya yang berlangsung selama 11 tahun. Paus Fransiskus pun menjadi pemimpin Vatikan ketiga yang mengunjungi Indonesia, setelah Paus Paulus VI pada 1970 dan Paus Yohanes Paulus II pada 1989. Pada hari Jumat, Paus Fransiskus akan melanjutkan perjalanan ke Papua Nugini, Timor Leste, dan Singapura. ANTARA