**Borneonews - Jakarta**, ahli kardiologi anak, dr. Sarah Rafika Nursyirwan Sp.A(K), menyatakan bahwa usia kehamilan antara 18 hingga 22 minggu merupakan periode yang paling tepat untuk mendeteksi adanya kemungkinan kelainan jantung bawaan (PJB) pada janin. Hal ini sangat penting jika terdapat kecurigaan akan kondisi yang tidak normal atau jika terdapat faktor risiko tertentu yang berpotensi menjadi penyebab kelainan jantung.
Dalam sebuah diskusi daring yang digelar di Jakarta, Sarah menjelaskan bahwa deteksi PJB sebaiknya dilakukan dalam rentang waktu tersebut, di mana jantung janin sudah cukup jelas terlihat melalui teknik *USG fetal ekokardiografi*. Ia menekankan pentingnya deteksi dini terhadap kelainan jantung ini, terutama mengingat saat ini Indonesia belum memiliki fasilitas yang memadai untuk melakukan intervensi terhadap kelainan jantung pada janin.
Sarah menambahkan bahwa dengan mendeteksi kelainan jantung sedari dalam kandungan, tim medis dapat mempersiapkan penanganan yang lebih baik setelah kelahiran. Hal ini mencakup penyediaan ruang perawatan intensif (NICU), ventilator, serta penempatan tim medis yang terdiri dari dokter spesialis jantung anak dan dokter perinatologi untuk memastikan persalinan berlangsung dengan aman.
Penting untuk dipersiapkan tim medis, termasuk dokter jantung anak dan dokter kandungan, serta obat-obatan yang diperlukan, ujarnya.
Menurut data dari Kementerian Kesehatan, belum terlihat adanya peningkatan yang signifikan dalam insiden kelainan jantung bawaan pada bayi yang baru lahir. Meskipun demikian, Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Publik Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi, menyatakan bahwa saat ini terdapat sekitar 12.000 anak Indonesia yang mengalami kelainan jantung. Oleh karena itu, sangat diperlukan upaya penanganan yang cepat, termasuk kemungkinan operasi jantung.
Siti Nadia juga menyebutkan bahwa Kementerian Kesehatan berencana untuk mendatangkan dokter asing guna memfasilitasi transfer teknologi serta mempercepat tindakan operasi. Selain itu, berbagai inisiatif lain juga tengah diupayakan untuk memperbaiki pelayanan kesehatan, seperti penyediaan alat untuk layanan kanker, jantung, stroke, dan uronefrologi.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya pendidikan berbasis rumah sakit, penyediaan beasiswa dari Kemenkes maupun LPDP, kemudahan dalam perizinan praktik, dan kembalinya tenaga kesehatan WNI yang telah berpengalaman di luar negeri sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di tanah air.
ANTARA
Deteksi Kelainan Jantung Janin Idealnya Dilakukan Usia 18-22 Minggu
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Pelajar SMA Palangka Raya Raih Medali Emas Kompetisi Riset Internasional
SMAN 3 Kasongan Terima Dua Interactive Panel Display dan Starlink
Kholidin/Noviera Raih Perak para Panahan Asian Para Games 2026
Petani Tradisional Dituding Sebabkan Karhutla, Akademisi Ilmu Pertanian Angkat Suara
Puluhan Sekolah di Palangka Raya Masih Dipimpin Plt, Pengisian Definitif Ikuti Aturan
Kapolres Gumas Tanam 50 Bibit Pucuk Merah di Lahan Bekas Karhutla
Komentar (0)
Memuat komentar…







