SURABAYA –
**Borneonews - Lumajang, Jawa Timur**, Gunung Semeru, yang terletak di perbatasan antara Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, mengalami erupsi signifikan pada Kamis malam, tepatnya pukul 19.34 WIB. Letusan tersebut tercatat mencapai ketinggian sekitar 400 meter di atas puncak gunung. Petugas dari Pos Pengamatan Gunung Semeru, Ghufron Alwi, menjelaskan dalam pernyataan resminya bahwa kolom letusan terlihat jelas berwarna abu-abu dengan intensitas yang cukup tebal, menuju arah barat daya. Erupsi kali ini juga berhasil terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum sebesar 22 mm dan berlangsung selama 118 detik. Sebelum letusan utama tersebut, Gunung Semeru sudah menunjukkan aktivitas vulkanik sejak dini hari. Pada Kamis pukul 00.59 WIB, terjadi erupsi yang juga terekam di seismograf dengan amplitudo yang sama dan durasi 132 detik, meskipun visual letusannya tidak dapat diamati. Aktivitas lanjutan terjadi pada pukul 02.53 WIB dan 05.26 WIB, di mana masing-masing erupsi juga tidak terlihat tetapi tetap teramati melalui peralatan seismograf dengan durasi yang bervariasi. Dalam menghadapi situasi ini, status Gunung Semeru ditetapkan pada Level II atau kategori Waspada. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) telah mengeluarkan sejumlah rekomendasi untuk masyarakat. Diantaranya, masyarakat dilarang melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara hingga sejauh 8 kilometer dari puncak gunung, terutama di sepanjang Besuk Kobokan. Selain itu, PVMBG juga memperingatkan agar masyarakat tidak beraktivitas dalam jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan. Hal ini karena ada potensi terjadinya awan panas serta aliran lahar yang dapat menjangkau hingga 13 kilometer dari pusat erupsi. Lebih jauh lagi, masyarakat diimbau untuk menghindari aktivitas dalam radius tiga kilometer dari kawah puncak Gunung Semeru, mengingat risiko bahaya lontaran batu yang bisa terjadi. Masyarakat juga disarankan untuk tetap waspada terhadap potensi awan panas, guguran lava, dan lahar pada aliran sungai atau lembah yang bersumber dari puncak gunung, terutama sepanjang jalur seperti Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat. Dengan meningkatnya aktivitas vulkanik ini, kewaspadaan dan kepatuhan terhadap rekomendasi dari pihak berwenang sangat diperlukan untuk menjaga keselamatan. ANTARA