JAKARTA –
**Borneonews - Batam**, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Batam, Ardiwinata, menyatakan bahwa tujuh lapangan golf yang ada di Batam sudah siap untuk menerima pegolf dari negara tetangga. Kegiatan ini tidak hanya akan berlangsung secara reguler, tetapi juga dalam rangka wisata olahraga. Ardiwinata menjelaskan bahwa lapangan golf di Batam dirancang untuk memberikan kenyamanan dan kesenangan bagi para pegolf. "Kami mempersiapkan area yang tidak hanya untuk bermain golf, tetapi juga bisa menjadi *venue sport tourism*," ungkapnya. Pernyataan ini disampaikan saat ia dihubungi pada hari Kamis di Batam, Kepulauan Riau. Salah satu alasan kuat bagi pegolf dari luar negeri untuk berkunjung ke Batam adalah terbatasnya jumlah lapangan golf di Singapura. Dengan jumlah pegolf yang cukup besar di negara tersebut, Batam berpotensi menjadi tujuan bagi mereka. Ardiwinata menambahkan, "Para pemilik lapangan golf dan pelaku wisata di Batam telah menyiapkan berbagai kegiatan *sport tourism* untuk memastikan kenyamanan pegolf, baik lokal maupun internasional." Stevan Japari, General Manager Palm Spring Golf and Country Club, juga memberikan komentar terkait potensi pasar ini. Di acara jumpa pers, ia menyatakan bahwa lapangan golf yang dikelola oleh pihaknya terbuka untuk pegolf dari Singapura. "Kami melihat Singapura sebagai pasar yang sangat potensial, dengan perkiraan terdapat 50.000 pegolf yang bisa kami tarik ke Batam," ujarnya. Lebih lanjut, ia mencatat bahwa beberapa lapangan golf di Singapura, termasuk Marina Bay, telah ditutup secara permanen akibat kebijakan restrukturisasi lahan. "Banyak lapangan golf yang ditutup di Singapura, jadi ini menjadi kesempatan bagi pegolf di sana untuk bermain di lapangan di Batam," ujarnya. Pegolf dari Singapura dapat memilih untuk bermain di tujuh lapangan golf di Batam atau dua lainnya di Bintan. Stevan menekankan bahwa biasanya pegolf tidak hanya bermain di satu lapangan, karena setiap lapangan memiliki keunikan tersendiri yang memberi daya tarik tambahan. "Karakteristik yang berbeda dari setiap lapangan golf menjadi daya tarik tersendiri, dan ini tentunya akan berdampak pada tingkat hunian hotel yang kami tawarkan," jelasnya. Palm Spring Golf memiliki luas 244 hektare dan merupakan lapangan golf terbesar di Batam. Setiap tahunnya, sekitar 40.000 pegolf, baik domestik maupun mancanegara, tercatat bermain di lapangan ini. Sementara itu, Surya Wijaya selaku Ketua Asosiasi Pariwisata Bahari Indonesia (Aspabri) Provinsi Kepri mengungkapkan bahwa lapangan golf di Kepri, baik di Batam maupun di Bintan, sudah menjadi daya tarik bagi pegolf asing. "Kehadiran pegolf bukan hanya soal bermain golf, tetapi juga diharapkan dapat berdampak positif pada tingkat hunian hotel," kata Surya. Ia juga mencatat bahwa pegolf dari Singapura umumnya bukan pegolf biasa, tetapi tergolong *high class*. "Ini menjadi peluang bagi kita untuk meningkatkan *sport tourism*, yang penting untuk mendukung tingkat hunian hotel," tutupnya. ANTARA