AMBON –
**Borneonews - Ternate**, Pemerintah Provinsi Maluku Utara (Malut) telah memulai langkah evaluasi terkait budaya kerja aparatur sipil negara (ASN) dengan mengadakan rapat koordinasi. Hal ini dilakukan untuk mempersiapkan survei yang bertujuan menilai tingkat disiplin dan kinerja ASN di daerah tersebut, yang saat ini dinilai cukup memprihatinkan. Kadri La Etje, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Provinsi Malut, mengungkapkan bahwa tantangan yang dihadapi oleh ASN saat ini perlu mendapatkan perhatian serius. Dalam praktik sehari-hari, masih ada kecenderungan di mana nilai-nilai budaya kerja yang seharusnya diterapkan sering kali diabaikan. Budaya kerja yang kuat, menurut Kadri, berfungsi untuk membentuk perilaku individu secara konsisten. Budaya ini akan menciptakan sistem aturan yang dapat meningkatkan motivasi dan keinginan untuk beradaptasi dengan perubahan yang terjadi. Selain itu, pentingnya penerapan *core values* yang telah dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo sebagai bagian dari transformasi mandatori bagi seluruh ASN di Indonesia, ditekankan untuk memperkuat profesionalisme ASN. Kadri menegaskan bahwa nilai-nilai *Ber-AKHLAK* sebagai *core values* ASN merupakan hal yang harus dilaksanakan secara konsisten oleh setiap ASN di Indonesia, khususnya di wilayah Pemerintah Provinsi Malut. Ia menekankan bahwa nilai-nilai ini harus menjadi pegangan utama bagi ASN sebagai bagian dari upaya transformasi ASN di Maluku Utara ke depan. Sementara itu, Muhammad Jamdi Tomagola, Kepala Biro Organisasi Setda Provinsi Malut, menambahkan bahwa ASN seharusnya tidak memiliki sikap yang menyimbolkan kekuasaan seperti pada era kolonial. ASN harus memiliki semangat melayani masyarakat dan siap berkontribusi untuk kepentingan publik. Dia juga mengingatkan bahwa ASN, baik yang bekerja di pusat maupun daerah, harus berbagi *core values* yang sama. Dalam konteks saat ini, di mana dunia telah berubah menjadi lebih *hybrid* dan kolaboratif, ego sektoral dan daerah harus ditinggalkan demi menciptakan lingkungan kerja yang lebih harmonis. Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya komitmen ASN untuk selalu memberikan pelayanan dengan jujur, berintegritas, dan mempertanggungjawabkan setiap tindakan sesuai dengan Kode Etik ASN. Nilai-nilai *Ber-AKHLAK* yang terus disosialisasikan hendaknya tidak hanya tertulis di atas kertas, tetapi harus menjadi bagian dari diri setiap ASN. Hal ini penting agar mereka dapat menjalankan tugas sebagai pelaksana kebijakan, pelayan publik, serta menyatukan orang-orang di bangsa ini demi mencapai cita-cita bersama. Sebagai informasi tambahan, Indeks Profesionalitas ASN (IP-ASN) untuk Provinsi Maluku Utara saat ini tercatat sebesar 53,77, yang termasuk dalam kategori cukup. Penjabat Gubernur Malut berharap bahwa pada tahun ini, IP-ASN dapat meningkat secara signifikan menjadi angka 70, sehingga bisa berada pada kategori sehat. Dengan upaya dan komitmen bersama, diharapkan kinerja ASN di Maluku Utara dapat mencapai standar yang lebih baik di masa mendatang. ANTARA