JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Mantan Ketua Umum Indonesian Institute for Public Governance (IIPG), Sigit Pramono, mengungkapkan bahwa acara 'Anugerah Pandu Negeri' yang diselenggarakan oleh lembaganya bertujuan untuk memperkenalkan pemerintah daerah yang menunjukkan kinerja baik. Sigit menyatakan bahwa penghargaan ini diupayakan sebagai sarana untuk menyoroti kinerja ekonomi yang baik serta tata kelola pemerintahan yang efektif dari daerah-daerah tersebut. Dalam sebuah acara di Hotel Aryaduta, Jakarta, pada hari Kamis, ia menyatakan, "Penghargaan 'Anugerah Pandu Negeri' ini kami luncurkan untuk menampilkan prestasi dari Bapak dan Ibu pemerintah daerah, baik di sektor ekonomi maupun dalam *governance*." Ia juga menjelaskan bahwa penguatan tata kelola pemerintahan adalah hal yang terus didorong oleh lembaganya. Hal ini menjadi salah satu agenda utama mereka untuk masa depan bangsa, sehingga alasan di balik pelaksanaan acara tersebut sangat relevan. "Kami berinisiatif menyelenggarakan acara ini secara independen, tanpa dukungan finansial dari Pemerintah," tambahnya. Pada kesempatan yang sama, Sigit menekankan pentingnya tata kelola pemerintahan daerah. Ia mengingatkan bahwa 100 persen dana pemerintah daerah berasal dari publik dan pemerintah pusat, termasuk dari pajak masyarakat. Meskipun pihaknya tidak memiliki wewenang untuk memberikan sanksi atas kinerja pemerintahan yang buruk, mereka berfokus pada penghargaan sebagai bentuk apresiasi. "Kami tidak memberi sanksi, tetapi kami menawarkan insentif. Insentif tersebut adalah penghargaan kepada pemerintah daerah yang berprestasi," ujarnya. Sigit juga menegaskan bahwa pihak berwenang untuk memberikan sanksi terhadap *governance* yang tidak memenuhi standar adalah Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. "Sehingga, kami sebenarnya berfungsi sebagai mitra Pemerintah. Kami siap bekerja sama dengan Kementerian PANRB dan Kemendagri. Jadi, kami ini benar-benar ingin membantu tanpa mengharapkan imbalan finansial," tuturnya menutup penjelasan. ANTARA