JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut telah memberikan konsesi kepada PT. Wahyu Samudra Indah untuk mengelola Jasa Kepelabuhanan Terminal Peti Kemas Muaro Jambi yang berlokasi di Pelabuhan Talang Duku. Penyerahan hak konsesi ini diharapkan akan memberikan kontribusi positif terhadap pendapatan negara melalui Penerimaan Negara Bukan Pajak. Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Antoni Arif Priadi, menyampaikan bahwa penandatanganan perjanjian konsesi telah dilakukan secara resmi di Kantor Pusat Kementerian Perhubungan. Konsesi ini mencakup pembangunan dan pengembangan Terminal Peti Kemas Muaro Jambi, serta penyediaan sarana dan prasarana pelabuhan yang wajib dilaksanakan sesuai dengan regulasi yang berlaku. Antoni menekankan bahwa keputusan penunjukan PT. Wahyu Samudra Indah tersebut didasarkan pada Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 21 Tahun 2024. Dalam keputusan ini, disepakati bahwa pembangunan dan pengembangan Terminal Muaro Jambi termasuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN) yang tercantum dalam Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Nomor 7 Tahun 2023. Terminal Peti Kemas Muaro Jambi dirancang untuk melayani beragam jenis barang, termasuk peti kemas, curah kering, dan curah cair. PT. Wahyu Samudra Indah juga diwajibkan untuk melakukan investasi di sektor kepelabuhanan dengan total nilai mencapai Rp4 triliun, di mana konsesi ini akan berlangsung selama 66 tahun dengan fee konsesi sebesar 5 persen dari pendapatan bruto. Lebih jauh, Antoni mengingatkan PT. Wahyu Samudra Indah untuk menjaga hubungan baik dengan semua pemangku kepentingan, termasuk masyarakat di sekitar lokasi. Ia menggarisbawahi pentingnya mengakomodasi kebutuhan masyarakat akan lapangan pekerjaan dan menjalin keharmonisan untuk menghindari potensi gejolak sosial yang dapat muncul. Dalam jangka panjang, kerja sama ini diharapkan dapat meningkatkan konektivitas, mengembangkan infrastruktur kemaritiman, dan memacu pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Muaro Jambi serta Provinsi Jambi secara keseluruhan. Hal ini juga diharapkan dapat berkontribusi terhadap pengurangan biaya logistik di wilayah tersebut. Pelabuhan Muara Jambi, yang terletak di pusat Pulau Sumatera, memiliki peran strategis bagi provinsi-provinsi sekitarnya, terutama dengan dukungan Sumber Daya Alam yang melimpah. Sebagai salah satu pintu gerbang utama, pelabuhan ini memiliki potensi besar untuk mendukung aktivitas ekonomi di kawasan hinterland yang mencakup Provinsi Jambi serta sebagian dari Provinsi Sumatera Selatan dan Riau. ANTARA