BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) juga mempunyai dampak lain yang sangat merugikan, yakninya rubuhnya puluhan tiang listrik milik Perusahaan Listrik Negara (PLN)

Manager PLN Rayon Pangkalan Bun Purwanto kepada Borneonews, Rabu (20/7/2016) menjelaskan, sejak ia menjabat sebagai manager rayon Pangkalan Bun pada 2015, puluhan tiang listrik rubuh akibat bencana karhutla saat itu.

"Saat terjadi bencana karhutla, sebanyak 20 tiang listrik yang berada di arah Jalan Pangkalan Bun - Kotawaringin Lama (kolam) dan lima tiang di Pembuang Hulu, Kecamatan Hanau, Kabupaten Seruyan rubuh," ujarnya.

Kondisi tersebut, lanjutnya, karena terbakarnya tanah yang terdapat lapisan gambut yang berada di sekitar tiang itu.

"Bila terjadi kebakaran lahan, tanah yang menahan tiang menjadi kurang kuat. Sehingga struktur tanah itu tidak mampu lagi menahan beban tiang listrik. Namun nilai kerugian, kami tidak mengetahui secara persis. Karena semua biaya ditagihkan oleh vendor tiang listrik ke Area Palangka Raya," jelasnya.

Lantaran saat ini sudah memasuki musim kemarau, pihaknya mulai melakukan pemantauan terhadap tiang listrik di lokasi yang dianggap rawan karhutla.

"Bila ada tiang yang miring, maka akan segera kami perbaiki. Selain itu peran aktif masyarakat juga kami perlukan agar segera mengabarkan kepada kami bila terjadi kebakaran lahan di sekitar tiang listrik," ujarnya.

Karena, lanjut Purwanto, dengan jumlah petugas yang terbatas tidak mungkin setiap hari selalu mengetahui situasi yang terjadi dan berpotensi merusak peralatan PLN.

"Bila dibandingkan dengan panjang jaringan kurang lebih 800 kilometer, jumlah gardu kurang lebih 600  unit yang tersebar di Kabupaten Kobar dan sekitarnya, belum cukup untuk bisa memantau di setiap lokasi," pungkasnya. (WAHYU KRIDA/m)