JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Indonesia International Sustainability Forum (ISF) 2024 kembali dilanjutkan pada hari ini, Jumat. Acara tersebut dibuka dengan rangkuman dari hari pertama yang disampaikan oleh Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Rachmat Kaimuddin. Dalam penjelasan yang diterima, dijadwalkan untuk hari kedua, Menteri Koordinator Maritim dan Investasi, Luhut B. Pandjaitan, akan hadir kembali dalam salah satu sesi tematik yang mengusung topik *“Decarbonization opportunities in ASEAN.”* Forum ini dihadiri oleh lebih dari 11.000 peserta, yang dapat mengikuti berbagai agenda yang diadakan, mulai dari sesi tematik, sesi pleno, hingga pertemuan bilateral. Salah satu acara yang menjadi sorotan adalah penandatanganan nota kesepakatan (*MoU*) dan surat pernyataan minat (*LoI*) yang akan dilakukan sebagai penutup dari rangkaian Pertemuan ISF 2024. Hari kedua forum ini juga akan membahas sejumlah isu penting, di antaranya konservasi *Biodiversity*, *Blue Halo S*, *Quality Tourism*, serta upaya konservasi Mangrove. Diskusi mengenai isu-isu ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam promosi keberlanjutan di kawasan ASEAN. Rangkaian acara ISF 2024 akan ditutup oleh Deputi Rachmat dan Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Kemaritiman, Investasi, dan Luar Negeri Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Shinta W. Kamdani, yang akan memberikan ringkasan keseluruhan agenda yang telah dilaksanakan. Selain itu, Luhut B. Pandjaitan juga akan memberikan pernyataan resmi untuk menandai selesainya seluruh rangkaian ISF 2024. Sebelumnya, pada hari pertama ISF, acara dibuka secara resmi oleh Presiden Joko Widodo dan ditutup dengan jamuan makan malam yang diselenggarakan di Kawasan Monumen Nasional (*Monas*). Jamuan tersebut turut dihadiri oleh Wakil Presiden RI, KH Ma'ruf Amin, dan dimeriahkan dengan pertunjukan kolosal yang menampilkan permainan cahaya yang menyoroti Monas sebagai ikon Jakarta. ISF merupakan lebih dari sekadar wadah diskusi; forum ini juga menjadi platform bagi para peserta untuk terlibat dalam percakapan global mengenai isu keberlanjutan. Forum ini menegaskan komitmen Indonesia dalam mendukung transformasi hijau yang berorientasi pada keadilan. Dengan kehadiran sekitar 11.000 peserta, ISF 2024 merupakan perhelatan aksi iklim terbesar kedua di kawasan Asia-Pasifik, setelah *COP 29* di Baku, Azerbaijan. Diskusi yang dihasilkan dari forum ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam kebijakan yang akan dibawa ke *COP 29* yang berlangsung pada bulan November mendatang. ANTARA