JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Republik Indonesia telah menjalin kerja sama dengan IPB University untuk meluncurkan Program Santripreneur Kompetisi Wirausaha Pertanian 2024. Inisiatif ini bertujuan untuk memberdayakan santri melalui pengembangan wirausaha di sektor pertanian, sejalan dengan upaya untuk memperkuat perekonomian nasional. Deputi II Baznas RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Imdadun Rahmat, menyatakan bahwa kolaborasi antara Baznas dan IPB merupakan momen yang bermanfaat. Ia mengharapkan bahwa kerjasama ini dapat menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kondisi ekonomi santri di berbagai penjuru Indonesia. Program Santripreneur ini termasuk dalam upaya pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang ditujukan bagi santri tingkat akhir serta alumni yang memiliki potensi dalam berwirausaha. Imdadun menjelaskan bahwa program ini dimulai pada pertengahan tahun 2022 dan telah memberikan manfaat bagi 735 santri yang tersebar di 26 provinsi dan 162 kabupaten/kota. Dalam penyelenggaraannya, Kompetisi Wirausaha Pertanian 2024 akan menggunakan format lomba perancangan bisnis. Sebanyak 100 santri yang terpilih akan mengikuti proses seleksi sebelum menerima pelatihan dalam *bootcamp* intensif. Santri peserta diharuskan untuk menyusun rencana bisnis yang akan dievaluasi dan dipertandingkan. Bisnis yang memenuhi kriteria akan dipilih untuk mengikuti program ini. Berdasarkan evaluasi yang dilakukan, Baznas Santripreneur menunjukkan kemajuan yang menggembirakan. Para penerima manfaat yang mendapatkan pendampingan telah mengalami peningkatan penghasilan yang signifikan, yang menunjukkan bahwa intervensi melalui program kewirausahaan ini efektif dalam meningkatkan kesejahteraan mereka. Imdadun menambahkan bahwa kemitraan antara Baznas dan IPB University dalam program ini merupakan nilai tambah yang penting, mengingat universitas tersebut memiliki keahlian di bidang pembangunan pertanian. Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan IPB University, Prof Deni Noviana, memberikan apresiasi terhadap upaya Baznas RI dalam memulai program ini. Ia berharap bahwa inisiatif ini dapat memberikan dampak yang luas bagi kemajuan ekonomi bangsa. Deni juga menegaskan bahwa IPB memiliki pengalaman dalam mengembangkan *entrepreneur* melalui inkubasi bisnis, dan berharap kolaborasi ini akan melahirkan santripreneur yang tangguh dan berakhlak baik. ANTARA