JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Petenis berkebangsaan Belarus, Aryna Sabalenka, yang saat ini menduduki peringkat dua dan merupakan salah satu pemain elite di dunia, berhasil melangkah ke final US Open untuk tahun kedua berturut-turut. Kemenangan ini diraihnya setelah mengalahkan Emma Navarro dalam pertandingan semifinal yang berlangsung pada Kamis (5/9) waktu setempat, atau Jumat waktu Indonesia Barat. Sabalenka, yang sebelumnya telah meraih gelar juara di Australian Open sebanyak dua kali, menorehkan hasil pertandingan yang meyakinkan dengan skor 6-3, 7-6(7/2) melawan Navarro, petenis asal Amerika Serikat yang berstatus unggulan ke-13. Dengan hasil ini, Sabalenka kini hanya selangkah lagi untuk meraih gelar Grand Slam ketiganya. Dalam semifinal tersebut, Navarro berusaha keras meskipun ini adalah pengalaman pertamanya di tahap semifinal turnamen *major*. Setelah menyerah di set pertama, ia menunjukkan semangat juang yang tinggi dengan bangkit dari ketertinggalan 3-5 di set kedua. Usahanya membuahkan hasil saat ia berhasil merebut kesempatan di *tiebreak*. Selama pertandingan, Sabalenka berhasil mencatatkan 34 pukulan *winner*, jauh lebih banyak dibandingkan 13 pukulan *winner* yang dicatatkan oleh Navarro. Kesuksesan ini semakin memantapkan posisinya di lapangan tenis dunia. Dengan penuh semangat, Sabalenka mengucapkan terima kasih kepada penonton di Arthur Ashe Stadium. "Teman-teman, sekarang kalian bersorak untukku. Wah! Sudah agak terlambat," ungkapnya dengan nada bercanda kepada para penggemar yang menyaksikan pertandingannya. Dalam pernyataan selanjutnya, ia menambahkan, "Saya tidak peduli siapa yang akan saya hadapi di final, karena malam ini saya mendengar pendukung saya bersorak untuk lawan saya." Ia juga mengajak agar dirinya tetap fokus dan tidak terganggu dengan sorakan penonton. Sabalenka, yang kini tinggal di Florida, melanjutkan performanya yang solid setelah menjadi runner-up di US Open tahun lalu. Ia menunjukkan kemampuan terbaiknya untuk mengamankan set pertama meskipun harus menghadapi kekuatan lawan yang gigih. Meskipun awalnya dihadapkan pada *break* oleh lawannya, petenis berusia 26 tahun ini tidak menyerah. Di gim keenam, ia kembali menunjukkan dominasinya dan berhasil mengambil alih kendali sebelum menuntaskan set pertama dengan penuh percaya diri. Memasuki set kedua, Sabalenka mengambil langkah maju ketika ia memimpin 3-2 berkat *break* yang dilakukan. Namun, Navarro berhasil menunjukkan ketangguhannya dengan merebut kembali keunggulan dan menyamakan kedudukan menjadi 5-5. Momen kritis ini memberikan peluang bagi Navarro sebelum Sabalenka kembali fokus dan menutup pertandingan dengan baik di *tiebreak*. Dengan hasil ini, Aryna Sabalenka kini bersiap untuk menghadapi salah satu dari Jessica Pegula atau Karolina Muchova di partai final. Kemenangan ini menambah catatan impresifnya dan menegaskan bahwa ia adalah salah satu kontender terkuat dalam arena tenis internasional saat ini. ANTARA