JAKARTA –
**Borneonews - Surabaya**, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan bahwa Rumah Sakit Vertikal Surabaya yang terletak di Provinsi Jawa Timur dirancang untuk menjadi superhub layanan kesehatan. RS ini diharapkan dapat memberikan layanan kesehatan yang optimal bagi masyarakat di Bali, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Nusa Tenggara Barat (NTB). Pernyataan ini disampaikan oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam pidato resminya saat peresmian gedung Rumah Sakit Vertikal Surabaya pada hari Jumat. "Rumah sakit ini akan mampu menangani berbagai penyakit hingga tingkat tertentu di provinsi ini. Dengan demikian, masyarakat yang memerlukan layanan medis yang lebih modern tidak perlu lagi dirujuk ke Jakarta," ujarnya dalam acara yang disiarkan secara daring oleh Sekretariat Presiden di Jakarta. Budi menjelaskan bahwa pembangunan Rumah Sakit Vertikal Surabaya menghabiskan dana sebesar Rp2 triliun, dan dirancang dengan pelayanan yang setara dengan Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Cipto Mangunkusumo, RS Harapan Kita, serta RS Kanker Dharmais. "Semua pasien dari Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur akan dirujuk ke RS Vertikal Surabaya," tambahnya. Selain itu, Kementerian Kesehatan juga berencana untuk menempatkan dokter-dokter terbaiknya di Rumah Sakit Vertikal Surabaya untuk meningkatkan kualitas pelayanan. Dokter-dokter spesialis seperti Luthfi Gatam yang berfokus pada ortopedi tulang belakang, dan Dante Saksono Harbuwono yang ahli dalam bidang penyakit dalam, akan diundang untuk berpraktik di rumah sakit ini. Menteri Kesehatan juga menjelaskan bahwa RS Vertikal Surabaya dibangun di atas lahan yang sebelumnya digunakan untuk fasilitas kesehatan yang berkaitan dengan penyakit kulit dan kelamin sejak tahun 1951. Lahan tersebut memiliki sejarah yang panjang, namun sempat tidak dimanfaatkan secara optimal sampai terjadinya pandemi COVID-19. "Dari pengalaman selama COVID-19, saya menyadari bahwa lahan tersebut efektif untuk merawat pasien, meskipun terletak di lokasi yang strategis dan memiliki luas lebih dari 6 hektare," ungkapnya. Budi menekankan bahwa pembangunan rumah sakit ini sangatlah penting, terutama karena Kementerian Kesehatan belum memiliki fasilitas serupa di Surabaya. "Dengan keberadaan rumah sakit ini, kami berharap masyarakat di wilayah Indonesia Timur dapat memperoleh layanan kesehatan yang lebih baik tanpa perlu melakukan perjalanan jauh ke Jakarta atau bahkan ke Singapura," tutupnya. ANTARA