SURABAYA –
**Borneonews - Sidoarjo** Presiden Joko Widodo telah mengadakan pembicaraan mengenai isu perdamaian di Gaza, Palestina, dengan Paus Fransiskus, pemimpin umat Katolik dunia dan Kepala Negara Vatikan. Pertemuan ini menyoroti komitmen kedua tokoh dalam mencari jalan damai yang berkelanjutan. Setelah meresmikan Flyover Djuanda di Sidoarjo, Jawa Timur, Presiden Jokowi menyampaikan, “Kemarin, kami berbicara banyak tentang berbagai topik yang berkaitan dengan perdamaian dunia. Kami juga membahas pentingnya *two state solution* sebagai solusi untuk konflik yang berlangsung di Gaza, Palestina.” Pernyataan ini menunjukkan kesadaran kedua pemimpin terhadap pentingnya dialog dalam menyelesaikan masalah yang telah berkepanjangan ini. Presiden Jokowi juga mengungkapkan cerita menarik mengenai tanggapan Paus Fransiskus terhadap situasi demografi di Indonesia. Ia menjelaskan bahwa banyak orang tua dan anak muda di Indonesia memiliki tiga hingga empat anak. “Beliau terkejut dan menyampaikan bahwa di banyak negara, orang-orang tidak lagi tertarik untuk memiliki anak. Beliau sangat menghargai kondisi ini,” kata Presiden Jokowi, menunjukkan perbedaan pandangan mengenai isu populasi di berbagai belahan dunia. Sebelum pertemuan tersebut, Paus Fransiskus menyambangi kompleks Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) di Jakarta pada sore hari, di mana ia disambut oleh sekitar 87.000 umat Katolik yang antusias mengikuti ibadah misa. Misa yang dipimpin oleh Paus Fransiskus ini dimulai pada pukul 17.00 WIB, dan kehadirannya membuat suasana semakin meriah. Kedatangan Paus Fransiskus di Stadion GBK sekitar pukul 16.15 WIB pun disertai oleh sambutan hangat dari Presiden Jokowi beserta jajarannya. Beliau juga berkeliling menggunakan mobil Maung MV3 yang telah dimodifikasi secara khusus sebagai sarana untuk bertemu dan menyapa para jemaat. Paus kemudian melanjutkan perjalanan ke Stadion Madya sebelum menuju ke pusat Stadion GBK. Selama ia menyapa para jemaat, suasana stadion dipenuhi oleh sorakan para hadirin yang bersemangat melontarkan yel-yel, “Viva il Papa, Viva Papa Francisco” yang berarti “Hidup Paus, Hidup Paus Fransiskus.” Sambutan hangat ini mencerminkan kekaguman dan penghormatan umat Katolik terhadap pemimpin spiritual mereka. Akhirnya, pembicaraan yang dilakukan oleh Presiden Jokowi dan Paus Fransiskus ini menegaskan pentingnya kolaborasi global untuk mencapai perdamaian, terutama dalam konteks isu-isu yang melibatkan masyarakat internasional. ANTARA