BORNEONEWS, Palangka Raya – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kalteng menekankan perlunya kesinambungan pencegahan dan pengendalian malaria.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kalteng, Riza Syahputra mengungkapkan sampai dengan saat ini, dua Kabupaten Kalteng masih belum eliminasi malaria yaitu Kabupaten Murung Raya dan Kapuas.
"Sementara untuk 12 kabupaten lainnya yang sudah eliminasi, saya titipkan pesan bahwa upaya pencegahan dan pengendalian malaria tidak selesai sampai tahapan eliminasi malaria saja,” tutur Riza saat Pertemuan On The Job Training (OJT) Pengelola Sistem Informasi Surveilans Malaria (SISMAL) di Palangka Raya, baru baru ini.
Riza Syahputra mengingatkan, setelah masuk pada fase pemeliharaan perlu untuk mencegah munculnya penularan malaria kembali.
Langkah yang dapat dilakukan melalui kegiatan surveilans migrasi malaria, PE 1-2-5 pada setiap kasus positif, surveilans vektor, identifikasi pengamatan daerah reseptif, dan implementasi jejaring diagnosis dan tatalaksana yang standar.
--page
Sebagai informasi, malaria adalah penyakit yang disebabkan oleh parasit Plasmodium yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles betina yang terinfeksi.
Gejala malaria meliputi demam, menggigil, sakit kepala, dan nyeri otot, yang bisa berkembang menjadi anemia, kerusakan organ, dan komplikasi serius jika tidak diobati.
Malaria dapat dicegah dengan menghindari gigitan nyamuk dan diobati dengan obat antimalaria. Penyakit ini masih menjadi masalah kesehatan global, terutama di daerah dengan akses terbatas ke perawatan kesehatan. (HERMAWAN DP/j)









