**Borneonews - Batam**, Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Kepulauan Riau (Kepri) melakukan sosialisasi mengenai keselamatan berlalu lintas kepada warga negara asing yang berada di Kota Batam pada hari Jumat. Kegiatan ini disebut sebagai Polantas bina warga asing, atau yang lebih dikenal dengan istilah *Pos Bising*.
Acara sosialisasi berlangsung di Aula Graha Citramas yang berada di kawasan industri Kabil, Punggur dan dihadiri oleh sejumlah pekerja dari berbagai negara, termasuk Jerman, Hungaria, dan Malaysia. Kepala Sub Direktorat Keamanan dan Keselamatan (Kasubdit Kamsel), Kompol Ida Matdiana, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan inisiatif dari Pak Dirlantas Polda Kepri untuk memberikan pendidikan mengenai keselamatan berlalu lintas kepada warga asing yang tinggal di Batam.
Dalam sesi tersebut, materi sosialisasi disampaikan oleh petugas wanita Ditlantas yang menggunakan bahasa Inggris agar dapat dipahami oleh peserta. Salah satu topik yang dibahas adalah mengenai *electronic traffic ticketing system* atau tilang elektronik (ETLE), yang menjelaskan tentang cara kerja sistem ini, jumlah pelanggaran yang dapat terdeteksi, lokasi kamera, serta berbagai jenis pelanggaran yang dapat ditindak.
Sosialisasi ini juga mencakup penjelasan mengenai prosedur pembayaran denda tilang elektronik bagi warga negara asing, termasuk tempat pembayaran yang tersedia. Ida menambahkan bahwa Ditlantas Polda Kepri telah bekerja sama dengan pihak Imigrasi untuk memastikan bahwa warga negara asing yang terlibat pelanggaran tilang elektronik wajib membayar denda sebelum mereka diperbolehkan keluar dari Batam.
Para peserta tidak hanya mendapatkan informasi, namun juga diberi kesempatan untuk mengajukan pertanyaan terkait permasalahan lalu lintas di Kota Batam. Salah satu peserta, Mark, yang bekerja di perusahaan pipa di Kabil, menanyakan mengenai prosedur penanganan kecelakaan lalu lintas. Ia juga mengungkapkan rasa kebingungannya terhadap perilaku pengendara lokal yang terkadang tidak mematuhi rambu lalu lintas.
Sebagai tanggapan, Bripda Desy, yang memberikan presentasi, menjelaskan bahwa perilaku tersebut merupakan kebiasaan sebagian masyarakat dan tidak seluruhnya demikian. Robert, seorang pekerja asal Hungaria yang telah tinggal di Batam selama 27 tahun, memberikan tanggapan positif terhadap kegiatan *Pos Bising* ini. Ia mengakui bahwa adaptasi terhadap kebiasaan lalu lintas di Batam sangat penting, mengingat perbedaan yang mencolok antara sistem lalu lintas di Eropa dan Asia, khususnya terkait posisi kemudi.
Robert juga menyatakan bahwa ia tidak mengalami kesulitan dalam memahami rambu lalu lintas, karena pada dasarnya banyak kesamaan yang ada di berbagai negara. Namun, sosialisasi ini sangat berguna baginya untuk memahami lebih lanjut jenis pelanggaran yang dapat terdeteksi oleh kamera ETLE.
Kombes Pol. Tri Yulianto selaku Direktur Lalu Lintas Polda Kepri mengungkapkan bahwa program *Pos Bising* telah dilaksanakan di beberapa lokasi, dan sesi di Batam merupakan yang ketujuh kalinya. Ia menekankan bahwa inisiatif ini bertujuan untuk mendidik masyarakat dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya berkendara dengan tertib serta beretika di jalan, tanpa terkecuali bagi semua pengguna jalan.
Tri berharap dengan adanya program ini, perilaku pengguna jalan dapat menjadi lebih baik dalam mematuhi peraturan lalu lintas, yang pada akhirnya dapat mengurangi risiko kecelakaan. Program *Pos Bising* kali ini juga diadakan dalam rangka memperingati Hari Bhakti Lalu Lintas ke-69, di mana selain sosialisasi kepada warga asing, juga dilakukan kegiatan untuk pengendara lokal dengan memberikan bunga dan alat tulis kepada anak-anak sekolah.
ANTARA
Sosialisasi Keselamatan Lalu Lintas untuk Warga Asing di Batam
Bagikan:

BATAM –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Pemerintah Luncurkan Program Pengawal Energi untuk 3.679 SPBU
BI Kalteng Ingatkan Bahaya Jual Beli Rekening dan QRIS
Kebobolan pada Menit Akhir, Persela Ditahan Imbang De Red FC 2-2
Erick Thohir Berikan Surat Dukungan kepada Presiden FIFA
Gol Pablo Comitre Gagalkan Kemenangan Bali United di Markas Persita
Amri/Nita Petik Pelajaran Berharga Setelah Terhenti di French Open
Komentar (0)
Memuat komentar…







