PALU –
**Borneonews - Banggai Laut**, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) telah melaksanakan program pelatihan yang berfokus pada peningkatan kemampuan dalam bidang perkoperasian serta pengolahan makanan. Pelatihan ini diikuti oleh sekitar 160 peserta yang berasal dari kalangan pengurus koperasi dan pelaku usaha kecil menengah (UKM) di wilayah Kabupaten Banggai Kepulauan dan Banggai Laut. Kepala Bidang Pemberdayaan dan Pengembangan Koperasi dari Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sulteng, Henny Anggraini, mengungkapkan bahwa inisiatif ini merupakan langkah pemerintah dalam memperkuat kemampuan serta pengetahuan para pelaku usaha dan pengurus koperasi. Kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, tetapi juga untuk memperkuat kapasitas UKM di daerah tersebut. Dinas Koperasi dan UKM menyelenggarakan dua jenis pelatihan secara bersamaan, yaitu pelatihan perkoperasian dan pelatihan keterampilan teknis dalam pengolahan makanan. Peserta yang terlibat merupakan calon wirausaha pemula yang terdaftar dalam program Pensasaran Percepatan Pengentasan Kemiskinan Ekstrim (P3KE), yang terletak di Kabupaten Banggai Kepulauan dan Banggai Laut. Henny menjelaskan bahwa pelatihan mengenai perkoperasian bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di tengah pelaku koperasi. Terutama, pengurus perlu dilatih agar mampu mengelola koperasi dan usaha koperasi secara efisien. Di samping itu, pemahaman mengenai pentingnya koperasi sebagai wadah ekonomi bersama sangatlah krusial. Hal ini akan mendorong peningkatan kualitas kelembagaan dan usaha koperasi agar dapat berkembang dengan baik. Selain itu, pelatihan keterampilan teknis dalam pengolahan makanan diadakan untuk membantu masyarakat meningkatkan kemampuan dan ketrampilan dalam berkarya secara mandiri dan berkelanjutan. Hal ini diharapkan dapat berkontribusi terhadap perbaikan ekonomi serta peningkatan pendapatan individu dan komunitas. Henny mengharapkan agar pelatihan ini mampu memfasilitasi pesertanya dalam meningkatkan kualitas produk olahan makanan. Dengan demikian, mereka akan lebih siap untuk bersaing di pasar yang lebih luas dan beragam. Ia menambahkan, peserta diharapkan dapat mengembangkan keterampilan mereka dalam mengolah bahan makanan menjadi produk yang memiliki kualitas dan inovasi yang tinggi. ANTARA