JAYAPURA –
**Borneonews - Jayapura**, Penjabat Gubernur Papua Tengah, Ribka Haluk, mengajak anggota Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) di daerah tersebut untuk meningkatkan upaya menjaga kerukunan dan keharmonisan antar umat beragama. Hal ini sejalan dengan tantangan yang dihadapi oleh masyarakat yang memiliki beragam suku, budaya, dan agama. Ribka menekankan pentingnya persatuan dan toleransi sebagai landasan utama dalam mendorong stabilitas sosial. Dalam suatu pernyataan yang disampaikan di Jayapura, ia mengungkapkan bahwa keberadaan FKUB sangat strategis dalam mengelola dialog antar komunitas beragama. FKUB dianggap sebagai jembatan komunikasi yang efektif untuk mencari solusi melalui musyawarah dan mufakat. "Saya yakin, keberadaan FKUB yang solid dan responsif dapat membangun suasana masyarakat yang aman, damai, dan sejahtera di Papua Tengah," ujar Ribka. Ia juga menyadari bahwa tugas ini tidaklah mudah, namun optimis dengan dukungan semua pihak, cita-cita untuk menciptakan kerukunan dapat tercapai. Lebih lanjut, Ribka mengajak seluruh elemen masyarakat untuk secara aktif mendukung program-program yang dirancang oleh FKUB di Papua Tengah. Ia menegaskan pentingnya menjaga daerah ini sebagai simbol toleransi dan kedamaian, tidak hanya di Papua Tengah sendiri tetapi juga di seluruh Indonesia, terutama menjelang Pilkada serentak mendatang. Dalam kesempatan tersebut, ia memberikan pesan kepada pengurus FKUB yang baru saja dilantik agar tetap bersatu meskipun ada berbagai perbedaan dalam agama dan ajaran. Hal ini sangat vital untuk menjamin keberlanjutan kerukunan antar umat beragama. Sebagai informasi, pelantikan dan pengukuhan Ketua dan Anggota Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Papua Tengah untuk masa jabatan 2024-2029 telah berlangsung dengan Ignatius Robertus Adi sebagai Ketua dan Muhammad Syarif sebagai Sekretaris. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Aula Kantor Gubernur Papua Tengah pada Kamis, 5 September. ANTARA