SAMARINDA –
**Borneonews - Samarinda**, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur berkomitmen untuk meningkatkan hasil produksi sektor perikanan. Peningkatan ini dilakukan melalui penguatan daya saing kelompok budidaya yang berada di berbagai kabupaten dan kota di wilayah tersebut. Kepala Bidang Perikanan Budidaya dan Penguatan Daya Saing Produk Perikanan dari Dinas Kelautan dan Perikanan Kalimantan Timur, Irma Listiawati, menjelaskan bahwa potensi sektor perikanan di Kaltim sangat besar, terutama di daerah pesisir yang terdiri dari tujuh kabupaten dan kota. Untuk itu, penguatan kelompok budidaya ikan menjadi prioritas dengan sinergi antara Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kaltim dan pemerintah daerah. "Dalam melakukan pembinaan usaha, biasanya kami berkoordinasi dengan DKP tingkat kabupaten dan kota. Kami mendukung kelompok pembudidaya melalui berbagai media budidaya, seperti kolam, keramba, dan teknik budidaya laut serta pantai,"ungkapnya. Saat ini, DKP Kaltim memiliki tiga program utama yang ditujukan untuk kelompok budidaya ikan, yaitu budidaya ikan itu sendiri, pengolahan hasil perikanan, dan pemasaran produk perikanan. Menurut Irma, fokus saat ini adalah memperkuat sarana dan prasarana serta memberikan bantuan kepada masyarakat dalam bidang perikanan. Salah satu langkah strategis yang diambil untuk mendukung pengembangan budidaya ikan adalah dengan penetapan Kampung Perikanan Budidaya oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Sejak tahun 2021, KKP telah menetapkan dua Kampung Perikanan Budidaya, dan pada tahun 2023, jumlah tersebut bertambah menjadi tiga. Kampung Perikanan Budidaya ini terletak di Kabupaten Berau, Kutai Kartanegara, dan Penajam Paser Utara. Di Berau, fokus budidayanya adalah ikan kerapu, sementara Kutai Kartanegara mengedepankan budidaya ikan nila, dan Penajam Paser Utara terfokus pada ikan patin. Lebih lanjut, DKP Kaltim juga bekerja sama dengan Dinas Perikanan di kabupaten/kota serta penyuluh perikanan untuk memberikan pembinaan kepada masyarakat yang terlibat dalam budidaya ikan. “Kami terus menjalin komunikasi dengan Dinas Perikanan setempat dan para penyuluh perikanan untuk melakukan pembinaan teknis kepada masyarakat,” katanya. Saat ini terdapat sekitar 95 kelompok pembudidaya ikan yang mendapatkan pembinaan dari DKP Kaltim. Sebagian besar dari kelompok ini fokus pada budidaya ikan air tawar. Irma juga menyatakan pentingnya dukungan yang kuat dari pemerintah baik di pusat maupun daerah. Dukungan ini diharapkan dapat membantu meningkatkan produksi dan daya saing produk perikanan dari Kaltim. “Selanjutnya, DKP Kaltim juga berkomitmen untuk mendorong ekspor produk perikanan, terutama ikan nila dan patin, yang ketersediaannya sangat melimpah. Kami terus berupaya meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi agar dapat memenuhi permintaan pasar internasional,” imbuh Irma. Dengan berbagai inisiatif ini, DKP Kaltim berharap dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang terlibat dalam budidaya ikan, sekaligus memperkuat daya saing produk perikanan Kaltim di pasar global. “Kami sangat optimis bahwa dengan adanya koordinasi yang baik antara pemerintah provinsi, kabupaten/kota, dan masyarakat, sektor perikanan di Kaltim akan semakin maju dan berkembang ke depannya,” tutup Irma. ANTARA