SURABAYA –
**Borneonews - Situbondo**, Latihan penembakan menggunakan amunisi tajam yang terintegrasi antar-kecabangan menjadi rangkaian kegiatan utama dalam Latihan Gabungan Bersama (Latgabma) Super Garuda Shield (SGS) 2024. Kegiatan ini berlangsung di Pusat Latihan Tempur 5 Marinir Baluran, yang terletak di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, pada hari Jumat. Ratusan personel dari berbagai negara terlibat dalam latihan penembakan ini, yang terdiri dari pasukan multinasional, termasuk Tentara Nasional Indonesia, Amerika Serikat, Inggris, Australia, Jepang, dan Singapura. Kolaborasi dalam latihan ini menunjukkan komitmen untuk memperkuat hubungan antarnegara, sebagaimana yang dinyatakan oleh Komandan Kodiklat TNI, Laksamana Madya TNI Maman Firmansyah, setelah meninjau latihan yang berlangsung di Titik Tinjau 12 (T-12) di Puslatpur 5 Marinir Baluran. Latihan puncak ini dimulai dengan kegiatan tembakan terintegrasi menggunakan meriam HIMARS 105mm yang dilakukan sebagai bagian dari persiapan serangan. Tembakan ini bertujuan untuk mendukung pasukan infanteri dalam melakukan penyerbuan, penerobosan, dan penyitaan target yang ditetapkan sebagai musuh. Setelah pasukan infanteri berhasil mengamankan area yang telah dikuasai, mereka melanjutkan dengan pembersihan wilayah yang dikuasai musuh dan mengakhiri misi dengan pengamanan area pendaratan helikopter, atau yang dikenal sebagai *helicopter landing zone*. Selanjutnya, setelah helikopter mendarat dengan aman, bantuan serangan udara dilaksanakan oleh helikopter tempur untuk mendukung operasi. Pada tahap berikutnya, pasukan infanteri bertugas untuk membangun pertahanan di wilayah yang telah dikuasai, mengantisipasi kemungkinan serangan balik dari musuh. Operasi ini melibatkan pasukan khusus dari TNI dan Amerika Serikat yang melaksanakan misi *Combat Search and Rescue* (CSAR). Latihan puncak Calfex dalam Super Garuda Shield 2024 berfungsi sebagai ajang untuk mengevaluasi kemampuan komandan lapangan dalam merencanakan dan melaksanakan penembakan langsung dengan aman serta sesuai dengan taktik yang realistis dalam situasi pertempuran. Berbagai jenis persenjataan dan alat utama sistem pertahanan (alutsista) digunakan dalam latihan ini, seperti Meriam 105 KH 178, Meriam 105 M119, Heli Caracal, Heli Panther, Heli UH-60 Iackhawk, ASTROS, HIMARS, serta Mortir 60 dan Mortir 81. Dalam pantauan kegiatan tersebut, dua pesawat tempur F-16 dan dua pesawat tempur Super Tucano dari TNI Angkatan Udara juga turut serta dalam latihan ini dengan melakukan pengeboman terhadap target yang telah ditentukan. ANTARA